Markas Kelompok Penyerang Rutan Digrebek

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Sebanyak 10 orang dari kelompok laskar jihad ditangkap serta dua ditembak terkait penyerangan rutan dan dua rumah di Kota Solo, Jawa Tengah. Tidak hanya itu, penangkapan ini setelah penggrebekan di rumah berlantai dua kawasan Semanggi Solo sekaligus ditemukan belasan pedang, panah serta senpi airgun. Hal ini dikatakan Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, usai pengrebekan Sabtu (12/01).

“Kami mendapat laporan sweeping bersenjata tajam di kawasan Jebres sore. Lantas kita lakukan penindakan malamnya,” jelasnya. 

Tertangkapnya mereka ini setelah pihak Polresta Solo, Brimob Jateng dan Polda Jawa Tengah ketika melakukan siaga pengamanan. Mendapat info kelompok yang dikenal membuat intimidasi dan sweeping bersenjata tajam maka polisi melakukan penangkapan malam ini. Lantas, polisi menggrebek rumah dan ruko diduga menjadi markas kelompok ini mendapat perlawan dengan dua diantaranya terpaksa ditembak serta diketahui ada dari mereka seorang mantan narapidana teroris.

“Kita sebagai negara tidak boleh kalah dengan kelompok ini karena sengaja menggangu ketertiban,” jelasnya.

Kapolresta mengatakan penembakan ini setelah petugas diserang menggunakan pedang sehingga dilumpuhkan bagian kaki dan pinggang. Lantas dari pemeriksaan kalau mereka inilah bersama 30 orang lainnya, masih buron, menyerang rutan dan merusak dua rumah warga di Gandekan dan Kepunton. Kalau dari hasil barang bukti disita kalau mereka ini sengaja akan membuat onar untuk mencari kesempatan situasi dan sengaja mencari seseorang. 

“Kita tembak secara tegas dan terukur setelah sengaja menyerang petugas,” jelas Kapolresta kepada wartawan.

Lebih lanjut yang ditangkap diantaranya berasal dari luar kota seperti Sragen, Temanggung, Karanganyar, Sukoharjo dan dua orang asli Solo. Dari pengakuan mereka kalau alasan mereka ke Solo cari kerja menjadi pedagang degan, pedagang es hingga tukang parkir. Nurohman asal Banjar dan Ahmah Husein asal Temanggung mengaku diajak temannya masuk kelompok ini yang sengaja melakukan martir dalam berjihad. Bahkan salah satu pelaku bernama Nico Clavender asal Sragen tertembak di pinggang dirawat di rumah sakit Bhayangkara Polresta Solo. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Pedang dan sembilan pelaku usai ditangkap serta diperiksa di Mapolresta Solo, Sabtu malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *