16 Kecamatan Ikuti Festival Karawitan dan Lomba Sinden di Klaten

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Sebanyak 16 kecamatan dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten mengikuti festival karawitan dan lomba sinden yang diadakan oleh Komite Karawitan Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten di Halaman Gedung Sunan Pandanaran Kompleks RSPD Klaten, Rabu (28/11). Acara yang akan berlangsung selana 2 hari ini dibuka Bupati Klaten Hj Sri Mulyani yang diwakili Kabag Humas Klaten H. Wahyudi Martono S.Sos.MM.

Acara pembukaan festival karawitan dan lomba sinden ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kabag Humas Klaten H.Wahyudi Martono S.Sos.MM yang didampingi Ketua Harian Wankes Klaten FX. Setiawan DS, Sekretaris Umum Wankes Drs Joko Sarjono, Ketua Komite Karawitan Wankes Klaten,  Marsono, S.Kar, MHum dan pengurus Wankes Klaten.

Dewan juri festival karawitan dan lomba sinden ada tiga orang dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, masing-masing Dra Sri Suparsih, Suraji, SKar, MSn dan Sukamso, SKar, MHum.

Ketua Komite Karawitan Wankes Klaten, Marsono, SKar, MHum dalam laporannya mengatakan, 16 peserta festival karawitan dan lomba sinden penampilannya dibagi dua hari. Untuk hari pertama, Rabu, 28 November 2018, ada tujuh kecamatan masing-masing Kecamatan Karangnongko (Paguyuban Karawitan Jiwangko Laras), Kalikotes (Prasojo), Polanharjo (Marsudi Rini), Wedi (Putri Laras), Jogonalan (Dwijo Laras Irama), Bayat (Krida Laras) dan Kecamatan Delanggu (Paguyuban Karawitan Wreda Laras).

Untuk hari pertama Festival ini akan  dimulai pukul 12.00 WIB sampai pukul 16.15 WIB dan setiap peserta diberi kesempatan tampil sekitar 27 menit. Selanjutnya untuk festival hari kedua pada Kamis, 29 November 2018 ada 9 kecamatan yang akan tampil sehingga dimulai dari pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

Penampilan festival karawitan dan lomba sinden hari kedua diawali dari Kecamatan Polanharjo (Paguyuban Karawitan Marsudi Budaya), Prambanan (Krida Laras), Bayat (Pandanaran), Gantiwarno (Wreda Laras), Wonosari (Sanggar Seni Budaya Nusantara Ibu Sutami), Trucuk (Sukareno), Tulung (Marsudi Laras), Kemalang (Setyo Laras) dan Kecamatan Kebonarum (Paguyuban Karawitan Arum Irama).

Untuk paguyuban karawitan yang ikut festival diberikan uang pembinaan dan lomba sinden juara I hadiah Rp 1 juta, juara II Rp 750.000 dan juara III Rp 500.000.

Ketua Harian Wankes Klaten, FX Setiawan DS SH MM MH dalam sambutannya mengatakan, melalui festival karawitan dan lomba sinden Wankes Klaten berkomitmen melaksanakan Tri Karsa Budaya masing-masing meluhurkan seni budaya,  mengembangkan seni budaya dan  melestarikan seni budaya untuk seluruh masyarakat.

“Sesuai konstitusi, negara wajib memajukan kebudayaan nasional dan karena Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi kebudayaan oleh karenanya negara wajib hadir untuk mengembangkan seni budaya,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal  tersebut menurut Setiawan Wankes Klaten menggelar aneka seni budaya melalui festival karawitan, lomba sinden, festival ketoprak, sarasehan seni budaya dan sebagainya. “Melalui seni budaya akan mewujudkan ketentraman dan memupuk rasa persatuan sehingga melalui seni budaya akan mengikis sikap-sikap intoleransi dan radikalisme,” ujarnya lagi.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani yang diwakili Kabag Humas Klaten, H Wahyudi Martono SSos MM dalam sambutannya mengapresiasi dengan digelarnya festival karawitan dan lomba sinden yang diadakan oleh Wankes Klaten.

“Dengan sesanti nguripke, ngurupke, ngirapke seni budaya, Insya Allah seni budaya di Kabupaten Klaten akan berkembang, karena seni budaya juga menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Wahyudi. (Moch. Isnaeni )

Caption Foto:
Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani yang diwakili Kabag Humas Pemkab Klaten H. Wahyudi Martono SSos MM membuka secara resmi festival karawitan dan lomba sinden se Kabupaten Klaten, Rabu (28/11).