Warga Muhammadiyah Solo Gerak Jalan Milad Ke-109

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta menggelar acara peringatan Milad Muhammadiyah ke-109 dengan jalan sehat keluarga besar Muhammadiyah di Solo. Pada saat bersamaan, Badan Pengawas Pemilu Kota Solo mengirim surat himbauan dengan sedikitnya 4 larangan. Menaggapi surat dari Bawaslu, panitia jalan sehat Muhammadiyah Solo menilai Bawaslu salah alamat dan tidak profesional.

Sekitar tiga ribu warga Muhammadiyah Kota Solo mengikuti acara jalan sehat untuk memperingati Milad Muhammadiyah ke-103. Acara yang digelar pada Minggu pagi 21 Oktober 2018 bersamaan dengan keramaian car free day di Jalan Slamet Riyadi Kota Solo, dipusatkan di Balai Muhammadiyah Jalan Teuku Umar Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Drs. Subari, memberangkatkan jalan sehat didampingi beberapa pengurus teras dan tokoh-tokoh Muhammadiyah Kota Solo.

Saat memberi arahan sebelum rombongan dilepas, Drs. Subari mengingatkan agar para peserta tidak meneriakkan yel-yel berbau kampanye pada saat peserta berjalan. Drs. Subari menegaskan bahwa Milad Muhammadiyah secara nasional akan dipusatkan di Kota Solo pada 4 Nopember 2018 di Puro Mangkunegaran.

Jalan sehat Milad Muhammadiyah ke-109 ini menempuh jarak sekitar 5 Kilometer, diawali dari Balai Muhammadiyah melewati Yos Sudarso, menyusuri jalan Rajiman hingga bundaran Baron, berbelok hingga Stadion Sriwedari dan ke arah timur melewati arena Car Free Day Slamet Riyadi hingga finish di Balai Muhammadiyah, untuk selanjutnya digelar acara pembagian doorprice.

Acara jalan sehat dengan mengumpulkan ribuan warga Muhammadiyah Kota Solo ini mendapat perhatian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta. Melalui surat yang dikirim dan ditanda tangani Ketua Bawaslu Kota Solo, Budi Wahyono, panitia mendapat warning berupa larangan-larangan dalam acara ini. Empat larangan yang dikirim Bawaslu kepada panitia jalan sehat Milad Muhammadiyah antara lain: dilarang adanya orasi politik, dilarang meneriakan yel-yel dukungan kepada Capres-Cawapres, dilarang membagikan doorprice dan dilarang menempelkan atribut kampanye.

Dari beberapa larangan itu, panitia tetap mengadakan yaitu berupa doorprice dari dan untuk warga Muhammadiyah. Wakil Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Kota Solo yang juga ketua Pempinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Suyamto, menilai Bawaslu Solo salah sasaran dan tidak profesional. Menurut Suyamto, Bawaslu harusnya tabayyun terlebih dulu dengan acara yang digelar oleh warga Muhammadiyah ini.

“Saya tidak habis mengerti, apa maunya Bawaslu itu. Selama ini kita gelar acara Milad Muhammadiyah aman-aman saja, koq ini banyak larangan kepada kita. Mereka itu tidak profesional, harusnya khan tabayyun dulu,” tandas Suyamto kepada wartawan poskita.co Udi H. Djamil di sela-sela acara pembagian doorprice.

Acara jalan sehat Milad Muhammadiyah Kota Solo sendiri berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dan hingga akhir acara tidak ada kegiatan yang menjurus kampanye seperti yang dilarang oleh Bawaslu. (Udi H. Djamil)

Caption Foto:
Ketua PDM Muhammadiyah Kota Solo, Drs. Subari, memberangkatkan peserta jalan sehat dalam memperingati Milad Muhammadiyah ke-109. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *