DKUKMP Klaten Gelar Forum Konsultasi Publik Tahun 2026, Layanan Tetap Ditingkatkan
Keterangan Foto: Sekretaris DKUKMP Klaten Itok Yuliyanta, SH MSi pimpin acara FKP 2026 didampingi Kabid Koperasi UKM DKUKMP Klaten Sholikhatun Marsiti, SIP MM dan Kabid Perdagangan DKUKMP Klaten Waris Handoyo, SIP MAP.
KLATEN, POSKITA.co – Agenda Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten sukses digelar dihadiri puluhan tamu undangan di aula Dewi Ratih Kantor DKUKMP Klaten, Jumat (6/11/2026) pagi.
Acara FKP DKUKMP Klaten ini mengacu pada Peraturan MenPAN-RB No 16 tahun 2017 tentang pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Antara lain yang hadir Sekretaris DKUKMP Klaten Itok Yuliyanta, SH MSi, Kabid Koperasi UKM DKUKMP Klaten Sholikhatun Marsiti, SIP MM dan Kabid Perdagangan DKUKMP Klaten Waris Handoyo, SIP MAP.
Juga hadir segenap jajaran DKUKMP Klaten, perwakilan Bagian Organisasi Setda Klaten, perwakilan DPMPTSP Klaten, Kepala UPT Pasar, Dosen STIE Swasta Mandiri, perwakilan Kelompok Rentan, wartawan, HIPMI Klaten, pelaku UMKM, Pedagang Pasar dan tamu lainnya. Suasana dikemas dengan sederhana dan ada paparan layanan lewat layar monitor.
Karena Kepala DKUKMP Klaten H. Anang Widjatmoko, SH MM sedang hadir dalam kegiatan Sambung Rasa Bupati di Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, maka Sekretaris DKUKMP Klaten Itok Yuliyanta memimpin jalannya FKP DKUKMP Klaten tahun 2026.
Itok mengatakan, agenda FKP ini merupakan ajang pertemuan berupa dialog, diskusi, dan pertukaran opini secara partisipatif antara penyelenggara layanan publik (pemerintah atau lembaga) dengan masyarakat (pengguna layanan). Tujuannya tiada lain menyelaraskan kebijakan dan standar pelayanan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Selain itu, FKP ini bertujuan untuk menghimpun masukan, saran, aspirasi, serta evaluasi terkait kualitas layanan publik. Juga dengan FKP ini diharapkan bisa mendorong transparansi, akuntabilitas dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan kebijakan,” jelas Itok mantap.
Disampaikan, saat ini seluruh karyawan DKUKMP Klaten ada 320 pegawai, baik yang tugas di kantor maupun tersebar di sejumlah layanan Pasar. Untuk jumlah pasar tradisional maupun semi modern se Klaten tercatat ada 49 lokasi yang dikelola melalui UPT Pasar Wilayah I sampai V. Titik layanan UPT Pasar Wilayah ada di Kota (I), Delanggu (II), Jatinom (III), Pedan (IV) dan Jogonalan (V).
“Untuk target retribusi sampai akhir 2026 adalah sekitar Rp9,437 milyar. Oh, ya. DKUKMP Klaten juga memiliki pusat layanan kemasan yang ada di sisi samping Kantor DKUKMP Klaten. Untuk layanannya ada konsultasi dan edukasi, desain kemasan dan brand, foto produk studio, serta cetak dan pengemasan,” ungkap Itok.
Diinformasikan pula, DKUKMP Klaten untuk kebutuhan karyawan ada 320 orang. DKUKMP Klaten saat ini mempunyai 91 pegawai PNS, 1 PPPK dan 200 PPPK Paruh Waktu. Tahun 2026 ini ada 13 PNS pensiun dan tahun 2027 mendatang ada 10 PNS dan 1 PPPK yang purna tugas.
Terkait maraknya kebakaran, DKUKMP Klaten terus berkoordinasi dengan jajaran, termasuk dengan UPT Pasar agar berhati-hati. Sosialisasi atau gerakan mengkampanyekan cegah dini kebakaran terus dilakukan. Antara lain simulasi kebakaran yang telah dilakukan di Pasar Srago, Mojayan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan pasar dan pedagang pasar juga bisa laris manis dagangannya. Termasuk bagaimana kita ingin wujudkan pasar Gedhe atau pasar lainnya, tetap ramai pengunjung, maka perlu ada inovasi atau trik-trik tersendiri. Bagaimana ada daya tarik pembeli untuk membeli produk yang ada di pasar,” ungkapnya.
Re Rahayu, salah satu perwakilan HIPMI Klaten, berharap kepada pengelola kios pasar, kalau ada informasi kios ada yang kosong bisa disampaikan ke masyarakat secara terbuka. Misalnya diumumkan lewat medsos atau grup UMKM yang ada di Klaten.

“Kami juga tertarik dengan layanan produk kemasan yang belum lama ini mulai dikelola DKUKMP Klaten. Salah satunya dengan memberikan layanan harga yang lebih miring, tapi kualitasnya tak kalah dengan lainnya,” harap Rahayu atau biasa disapa Mbak Ayu.
Dalam FKP ini juga disampaikan progress report perkembangan atau sejumlah pelatihan bagi pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di wilayah Klaten memang sudah berdiri bangunan KDMP, tapi belum jelas kapan akan memulai operasinya.
Setelah acara selesai, dilakukan penandatanganan berita acara dan foto bersama. Secara umum, ungkap Muhammad Subhan, perwakilan wartawan dalam FKP ini, berharap layanan yang ada di DKUKMP Klaten semakin ditingkatkan. Kolaborasi dan keterbukaan informasi lewat media social, seperti Instagram atau Tik Tok, bisa gencar dilakukan untuk sampaikan kebijakan atau informasi yang ada. (Kim)

