H. Sunarto mantan Anggota DPRD Klaten Asal Kalikebo Hobi Berkebun Dukung “Ketapang BRItani”
Keterangan Foto: H. Sunarto tunjukkan proses penetasan telur ayam KUB dan ayam kuntara di Kalikebo, Trucuk, Klaten.
KLATEN, POSKITA.co – Sudah sekitar 5 tahunan ini, H. Sunarto, SE MM, mantan anggota DPRD Klaten Fraksi Parrtai Golkar yang juga pensiunan BRI Klaten, menggeluti pertanaman pekarangan rumah. Lahan yang sempit di sekitar rumah disulap menjadi tempat menanam aneka sayuran dan buah-buahan.
Pada awalnya setelah purna tugas dari BRI Klaten tahun 2019, Sunarto mulai aktif mengolah limbah sampah rumah tangga dan menjadikan pupuk tanaman sayuran yang berada di samping rumah. Sampah dari warung yang ada di depan rumah diminta dan dikelola untuk pupuk dan makanan ayam yang diternaknya.
Sunarto menanam sayuran selada, kembang kol, pare, kangkong, sayuran lompong, tomat, buah kates, jambu, mangga, duren biasa, rambutan dan lainya. Awalnya dibikin kandang ayam kurang lebih 10 meter di barat rumah atau samping rumah dan karena bertambah populasi jumlah ayamnya, akhirnya kendang dipindah.
Untuk ayamnya ditempatkan di rumah kosong sisi selatan rumahnya yang berjarak sekitar 30 meter. Ada ayam jenis KUB, ayam Kuntara dan ayam akar raja yang setiap kendang ada 4 ekor ayam betina dan 1 ayam pejantan. Langkah ini juga mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan keluarga atau Ketapang BRItani.
“Kebetulan sejak 2019 saya memulai pemanfaatan pekarangan rumah dengan ternak ayam dengan ukuran minimalis. Terus berkembang dan jumlah ayamnya bertambah banyak, kita pindah. Juga saya tanam aneka sayuran dan buah-buahan dalam wadah bekas air gallon mineral atau polybag. Kalau kita mau masak, nggak usah belanja jauh-jauh ke pasar, cukup petik dari pekarangan rumah,” jelas Sunarto saat ditemui redaksi, Kamis (8/10/2026) pagi.
Dengan semangat dan niat pemanfaatan sampah rumah tangga, Sunarto bisa mengolahnya menjadi pupuk tanamam dan makanan untuk ayam ternaknya. Diakuinya, setiap hari kalau sampah rumah tangga dibiarin menggunung dan hanya dibuang di tempat pembuangan sampah, seakan kurang bermanfaat. Dan lama-lama justru akan menjadi problem besar bagi lingkungan.
Tokoh Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten ini mengaku bekerja di BRI dari tahun 1981 dan pensiun tahun 2007. Jabatan terakhir di BRI Klaten sebagai AO atau account officer. Setelah purnatugas, Sunarto menjadi anggota DPRD Klaten dan mulai 2019 aktif sibuk dalam pelestarian pekarangan rumah dengan berkebun.
Bakatnya menjadi petani diturunkan dari ayahnya Yoso Suparno atau dipanggil Mbah Yoso yang dulunya sebagai PNS dan bertani. Bakat petani ini juga diberikan kepada adiknya Ali Suwarno (pensiunan BRI) yang belum lama meninggal dunia. Rumah almarhum Ali Suwarno di Kalikebo, Trucuk, juga banyak ditanami aneka sayuran dan buah-buahan.
Tahun 2019 mulai bercocok tanam setelah tak menjadi anggota DPRD Klaten. Sunarto sendiri merupakan salah satu dari 7 bersaudara putra Mbah Yoso Suparno yang getol dalam pemanfaatan pekarangan rumah disulap menjadi kebun kecil. Disampaikan pula, ayam atau ayam kampung unggul balitbang di ternaknya juga bertelur setiap hari. Ada yang dikonsumsi dan ada pula yang diproses ditetaskan dengan alat tetas yang harganya Rp500 ribu.

“Untuk kendang ayam Kuntara ada 4 betita da 1 jantan yang merupakan hasil kawin silangan ayam jawa. Untuk 5 ekor ayam ini harganya Rp800 ribu dengan spesifikasi lebih besar ayamnya dan telurnya. Sedang ayam akar raja di sini merupakan hasil kawin silangan penelitian dari Malaysia,” ujarnya.
Untuk penetasan ayam, ada 60 telur dengan ditandai khusus. Kalau ayam kuntara dan KUB sudah berusia 1 bulan harganya Rp20 ribu. Para pembeli biasanya dari Delanggu, Prambanan dan lainnya yang selama ini Sunarto mempunyai binaan 20 peternak di Klaten. Bagi yang berminat, bisa datang ke alamat rumahnya di Dukuh/Desa Kalikebo, RT 34/RW 10 Kecamatan Trucuk, Klaten. (Kim)

