Cegah Kenakalan dan Anarkisme Remaja, Disdik Klaten Gelar Sosialisasi Gandeng Densus 88, Kejaksaan, Kodim dan Polresta Klaten
Keterangan Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Agus Setyawan Prasetyoko, SSTP MHum dampingi tamu yang hadir yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini.
KLATEN, POSKITA.co – Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten berkolaborasi dengan Kejari Klaten, Polresta Klaten, Kodim 0723/Klaten dan Densus 88 mengadakan sosialisasi terkait strategi dan pencegahan anarkisme remaja di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Kamis (15/10/2026) pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Klaten Agus Setyawan Prasetyoko, SSTP MHum saat ditemui redaksi di sela-sela acara mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten merasa prihatin dengan aksi kenakalan remaja yang terjadi beberapa dekade 2-3 tahun ini.
Adanya prilaku sebagian remaja yang kurang mendapatkan perhatian orangtua dan terjebak dalam komunitas anak nakal yang suka berbuat kejahatan, tetap diwaspadai sebagai ancaman dan perlu diantisipasi sejak dini. Termasuk adanya geng klitih yang sering membuat prihatin masyarakat dan tak bisa ditolerir.
“Acara digelar dalam rangka memberikan sosialisasi kepada para Kepala Sekolah dan nantinya bisa disampaikan kepada para guru dan siswa terkait materi yang disampaikan para narasumber. Intinya kenakalan remaja bisa dideteksi dini dan kita juga bekerjasama dengan Densus 88 Jawa Tengah. Karena informasinya kenakalan remaja ini juga karena tertular paham radikalisme yang harus sama-sama kita waspadai,” pesan Agus.
Dalam acara ini sebagai pemateri antara dari Aan Sulistyono, SH MH sebagai Jaksa Fungsional Bidang Intelijen di Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Kasat Intel Polresta Klaten Kompol Danang Eko Purwanto, SH, Pasi Intel (Perwira Seksi Intelijen) Kodim 0723/Klaten saat ini dijabat oleh Lettu Cba Ariztiyana Ika Purwandhita, ada Mas Atho’ atau Ata Sabiq Salim yang tak lain Eks Napiter (mantan tahanan teroris lulusan LP Cipinang), dan lainnya.
Sementara itu, Drs. Eguh Setyo Surono, MM, Pengawas SMP Disdik Klaten yang hadir bersama pengawas lainnya mengatakan, beberapa faktor kenakalan remaja disebabkan oleh kurang perhatian orangtua, pergaulan siswa dan juga lingkungan sekitar yang lebih mengarah kebebasan atau kurang pengawasan orangtua.
Kasus kenakalan remaja selama ini, jelas Eguh, karena pergaulan bebas anak yang tak terkontrol dan orangtua juga kesannya membiarkan anaknya bergaul dengan siapapun. Orangtua yang sama-sama bermasalah sampai broken home, membuat anak melampiaskan ke hal-hal negatif.
“Termasuk bagaimana orangtua itu secara intens berkomunikasi dengan anak. Tanyakan ada masalah apa di sekolah, bagaimana orangtua bisa melakukan pendekatan dengan anak secara baik. Anak merasa terayomi dan nyaman dengan orangtua, akan menjadi modal kuat cegah dini prilaku anak yang negatif. Rumah yang nyaman, orangtua peduli anak, akan terbawa suasana ke sekolah,” pesan Eguh.

Juga adanya handphone atau Hp, menurut Eguh, Hp itu sangat besar manfaatnya. Hanya saja kalau salah kelola atau salah penggunaannya, juga bisa memicu remaja akan bringas atau berprilaku negatif. Hp bisa diarahkan mendukung pembelajaran dan digunakan untuk hal positif.
“Untuk acara ini, saya sangat mendukung dan bagus kemasannya. Tapi yang terpenting adalah tindak lanjutnya, bagaimanan eksekusi di lapanagn. Seperti himbauan dari Kasat Intel Polresta Klaten agar seorang kapolsek sering komunikasi dengan sekolah. Untuk Bhabinkamtibmas yang ada di sekitar sekolah, bisa sering dolani sekolah untuk cipta kondisi,” ujar Teguh mantap.
Dalam acara ini, hadir Kapolsek se Klaten, Binmas Polsek se Klaten, Kepala SMP, SMA dan SMK se Klaten (baik Negeri dan Swasta). Sejumlah wartawan juga mengabadikan momen ini dan acara ini dibuka Staf Ahli Bupati Joko Hendrawan, SH MM yang didampingi Staf Ahli Bupati Klaten lainnya Joko Istanto, SH MSi. (Kim)

