Gareng Klaten Diharapkan Jadi Wadah Kolaboratif yang Inspiratif dalam Pelestarian Lingkungan
Keterangan Foto: Joko Harjono memimpin jalannya rapat koordinasi GARENG di Rumah Makan Gendhis Wangi Gergunung dalam pembahasan persiapan pelantikan dan agenda lainnya, Jumat (9/10/2026) pagi.
KLATEN, POSKITA.co – Segenap pengurus GARENG atau Garda Rekso Dengkeng Klaten, tampak menggelar rapat koordinasi terkait kelembagaan di Gendhis Wangi Resto, Dadimulyo, Gergunung, Klaaten Utara, Klaten, Jumat (9/10/2026) pagi. Kuliner ini buka mulai jam 08.30-22.00 WIB dengan menu andalan ayam taliwang, nasi goreng gendhis wangi dan es teller.
Kepada redaksi, Titik Eka Sasanti, S.Pt selaku Direktur Utama Yayasan Gita Pertiwi Surakarta menyatakan, kalau Gita Pertiwi ini sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan, pertanian berkelanjutan dan sistem pangan. Alamat Yayasan ini berada di Jalan Baturan Raya No.20, Klemburan, Baturan, Kec. Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57171.
Untuk wilayah kerja Yayasan Gita Pertiwi mencakup Nasional, dengan proyek di berbagai provinsi seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Yayasan Gita Pertiwi memiliki dua program utama yaitu Sustainable Agriculture (Pertanian Berkelanjutan) dan Sustainable City (Kota Berkelanjutan).
Terkait keberadaan Gareng, ungkap Titik, bisa sebagai wadah kolaboratif dari berbagai pihak untuk menjaga kelestarian Sungai Dengkang. Dan Gareng ini ke depannya bisa berkiprah atau andil dalam berbagai kegiatan pelestarian sungai Dengkeng yang ada di Kabupaten Klaten.
Gareng ini sudah berproses panjang dalam pembentukan pengurus dan juga sudah mengadakan berbagai aksi nyata seperti penanaman pohon penghijauan di Balerante, Kemalang. Pertemuan pembentukan Gareng ini sudah dipandang cukup dan nantinya segera diadakan pelantikan pengurus dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Ke depannya, Gareng bisa mendukung program Planet Berkelanjutan dengan menjadi wadah partisipatif, menjadi pelopor, juga aksi-aksi nyata bersama, baik dari masyarakat maupun pemerintah, dan perguruan tinggi dalam upaya pelestarian lingkungan,” harap Titik.
Hal senada juga disampaikan Akhta Suendra, selaku Security & Community Relations Analyst SGM Kemudo, Prambanan. Diharapkan, Gareng ini bisa menjadi forum bersama yang inklusif yang multy kepentingan dari masyarakat, perusahaan dan kepentingan lainnya, dalam kaitan pelestarian Sub Das Dengkeng.
“Gareng ini menjadi inspirasi bersama dalam upaya gerakan pelestarian alam. Tak hanya gerakan satu dua saja, akan tetapi juga secara terkoordinir bersama-sama pelestarian Sub Das Dengkang. Mitra SGM Klaten selama ini juga terus terbina dengan baik dengan memiliki kapasitas, seperti Gita Pertiwi Solo dan Kanopi Indonesia,” jelas Akhta Suendra.
Berkaitan dengan sampah, SGM Klaten juga berkomitmen dengan tagline sampahku tanggungjawabku. Sampah harus bisa dikelola dengan baik dan jangan sampai sampah menjadi boomerang. Semua elemen bertanggungjawab dalam proses pengolahan, misalnya sampah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. (Kim)

