Soloraya

Berlyn Vokalis Buka Usaha Warmindo di Cemani

Warmindo Wijaya di Cemani yang baru dilaunching pada Minggu (11/10), menawarkan menu yang jadi andalan yakni Mi Saute.

SUKOHARJO, POSKITA.co – Bukan hanya piawai di dunia vokal, kini mencoba peruntungan di dunia kuliner.

Vokalis asal Kota Bengawan yang lagi naik daun, Berlyn Wijaya tak lagi hanya fokus naik panggung dengan grup bandnya, yakni Berlyn&Friends.

Namun penyanyi serba bisa itu mulai melebarkan bisnisnya terbaru ke dunia kuliner yakni membuka Warmindo Wijaya di kawasan Cemani, Grogol, Sukoharjo. Tak sekadar menjadi usaha sampingan, bisnis ini menjadi cara Berlyn menyalurkan kecintaannya terhadap kuliner sekaligus membidik peluang pasar di kawasan padat penduduk, pekerja pabrik tekstil yang ada di sekitar Warmindo dan anak-anak kos.

Saat bincang santai, Berlyn sangat menyukai dunia kuliner di luar profesinya sebagai penyanyi. Dia memilih usaha warung makan Indomie (Warmindo) karena menu yang ditawarkan dekat dengan selera masyarakat kelas menengah ke bawah dengan harga relatif terjangkau. 

“Di samping buat sampingan, pada dasarnya saya suka kuliner. Jadi, selain sebagai penyanyi, saya juga suka berjualan kuliner,” kata Berlyn Wijaya saat ditemui di tempat usaha Warmindo Wijaya, pada Minggu (11/10/2026). 

Menurut Berlyn, Warmindo memiliki pasar yang luas karena menawarkan makanan yang familier dengan harga yang bisa dijangkau berbagai kalangan. Dia berharap konsep tersebut dapat menarik pelanggan dari lingkungan sekitar maupun pengunjung yang melintas.

Sebelum menentukan tempat usaha, Berlyn mengaku telah menyurvei beberapa lokasi. Dia akhirnya memilih kawasan Cemani karena aksesnya ramai dan memiliki potensi konsumen yang menjanjikan.

“Yang membuat saya tertarik adalah lokasinya. Aksesnya sangat ramai, jadi saya berharap Warmindo Wijaya semakin ramai,” terangnya.

Berlyn melihat kawasan Cemani memiliki peluang pasar yang sesuai dengan konsep Warmindo. Di sekitar lokasi usahanya merupakan kawasan pabrik dan permukiman yang dihuni banyak anak kos.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Berlyn dalam menentukan sasaran konsumen. Menurut dia, pekerja pabrik dan anak kos, termasuk mereka yang berasal dari luar kota, membutuhkan tempat makan yang praktis dan terjangkau. 

Untuk menjangkau pelanggan dengan waktu yang beragam, Berlyn berencana membuka Warmindo Wijaya selama 24 jam. Dengan konsep tersebut, pelanggan diharapkan dapat menikmati makanan kapan saja, termasuk saat membutuhkan santapan di luar jam makan pada umumnya. 

Warmindo Wijaya menawarkan beragam menu berbahan dasar mi. Namun, Berlyn menyiapkan menu khusus sebagai pembeda dari Warmindo lainnya, yakni mi saute. Menu tersebut menggunakan racikan bumbu dan bahan yang dikembangkan sendiri olej Warmindo Wijaya. Berlyn berharap sajian khas itu bisa menjadi daya tarik bagi pelanggan yang ingin mencoba variasi mi dengan cita rasa berbeda. 

“Menu kami tidak jauh dari mi karena konsepnya Warmindo. Namun, ada satu menu spesial yang mungkin berbeda dari Warmindo lain, yaitu mi saute,” jelasnya.

Selain makanan dan minuman, Warmindo Wijaya juga menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis. Berlyn berencana menambahkan permainan sederhana, seperti kartu Uno, agar pelanggan bisa bersantai sembari menikmati hidangan.

Berlyn menyebut Warmindo Wijaya juga menjadi bagian dari upayanya menjalankan usaha yang melibatkan tenaga kerja. Saat launching sudah ada lima karyawan dalam menjalankan usaha tersebut. (**).

Tanto