Soloraya

SD Muhammadiyah Rabbani Klaten Ikuti Seminar Nasional CEFR, Mantapkan Langkah Menuju Sekolah Bilingual 2026/2027

Keterangan Foto: Suasana Seminar Nasional bertema “Standarisasi Mutu Bahasa Asing Siswa Berbasis CEFR: Menuju Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Berwawasan Global” yang diselenggarakan di Megaland Hotel Solo, Kamis (1/10/2026).

SOLO, POSKITA.co – Komitmen untuk menjadi sekolah berwawasan global terus ditunjukkan SD Muhammadiyah Rabbani Karanganom, Klaten. Tim Pengembang SD Muhammadiyah Robbani Karanganom, Klatem Dr. Rintik Sunariati, MPd bersama guru Bahasa Inggris Safitri Nur Rohyani, S.Pd, mengikuti Seminar Nasional bertema “Standarisasi Mutu Bahasa Asing Siswa Berbasis CEFR: Menuju Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Berwawasan Global” yang diselenggarakan di Megaland Hotel Solo, Kamis (1/10/2026).

Dalam Seminar yang didukung oleh National Geographic Learning dan PT Sentra Eduglobal ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D. – Ketua Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Juga ada Ahmad Afandi – Account Manager National Geographic Learning Indonesia dan Hony Steward Tunggajaya – Director of PT Sentra Eduglobal.

Menurut Rintik Sunariat, kegiatan seminar ini diikuti oleh puluhan perwakilan sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari berbagai daerah yang memiliki visi yang sama dalam peningkatan mutu bahasa asing. Di era medsos saat ini, tantangan ke depan semakin berat dan semua guru diharapkan bisa berinovasi dan berdaya. Termasuk dalam penguasaan program bilingual asing.

“Dalam seminar tersebut dibahas pentingnya standarisasi kemampuan bahasa Inggris siswa berbasis CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) sebagai acuan internasional. Standarisasi ini mencakup kurikulum, metode pembelajaran, asesmen, serta sertifikasi guru dan siswa agar kualitas lulusan dapat bersaing di tingkat global,” jelas Rintik mantap.

Partisipasi Tim Pengembang SD Muhammadiyah Rabbani Karanganom Klaten menjadi langkah strategis dalam rangka persiapan SD Muhammadiyah Rabbani sebagai Sekolah Bilingual pada Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui seminar ini, sekolah mendapatkan wawasan komprehensif mengenai peta jalan (roadmap) implementasi program bilingual. Mulai dari penguatan kompetensi guru, pemilihan materi ajar berbasis internasional seperti National Geographic Learning, hingga sistem evaluasi berbasis CEFR.

“Keikutsertaan dalam seminar ini adalah bagian dari ikhtiar sekolah untuk tidak hanya unggul dalam IMTAQ dan IPTEK, tetapi juga siap mencetak generasi yang Berakhlak Mulia, Berprestasi, dan Siap Masa Depan dengan penguasaan bahasa asing yang mumpuni, tentunya tidak melupakan ISMUBA yang menjadi ciri khusus sekolah,” ungkapnya.

Diharapkan, hasil dari seminar ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk MoA, penyusunan kurikulum bilingual, pelatihan guru, dan sosialisasi kepada orang tua/wali murid sebagai bagian dari persiapan besar SD Muhammadiyah Rabbani Karanganom, Klaten, menyongsong tahun ajaran 2026/2027.

Para guru foto bersama usai mengikuti seminar Nasional di Megaland Hotel Solo, Kamis (1/10/2026).

Pengalaman berharga selama mengikuti seminar ini, jelas Rintik, akan diupayakan bisa diterapkan di sekolah. Manfaat belajar bilingual asing ini adalah bisa melatih kecerdasan atau IQ. Dan dari hasil penelitian menunjukkan, siswa yang terbiasa dengan dua bahasa atau lebih dapat mendukung peningkatan tingkat kecerdasan.

“Selain itu, manfaat terapkan bilingual asing bisa membuka berbagai peluang atau keuntungan secara global. Akses kemudahan dan berkomunikasi lintas negara, karier internasional, maupun studi ke luar negeri bisa lebih leluasa. Dan manfaat ketiga adalah adanya keunggulan kognitif, maksudnya bilingual asing ini bisa membantu meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, kreativitas dan otaknya fleksibilitas,” jelas Riintik. (Hakim)