Soloraya

Jadi Penerus Jejak Sang Ayah, Putri Puspo Wardoyo Rintis Sedjati-ne Coffee and Pastry

Shafiyyatul Rahil Puspo Wardoyo, owner Coffee & Eatery Sedjati-ne. Foto dokumentasi.

SUKOHARJO, POSKITA.co – Jejak bisnis kuliner sang ayah rupanya menginspirasi Shafiyyatul Rahil. Perempuan 24 tahun ini memilih menekuni dunia usaha makanan dan minuman dengan merintis Sedjati-ne Coffee and Pastry di Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura.

Kafe baru Sedjati-ne Coffee & Pastry yang berada di Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura mulai buka pada Sabtu (3/10). (foto dokumentasi)

Rahil merupakan putri pengusaha kuliner H Puspo Wardoyo. Namun, keputusan terjun ke dunia bisnis bukan semata karena mengikuti jejak sang ayah. Latar belakang pendidikan Tata Boga yang ditempuhnya menjadi bekal penting untuk mengembangkan usaha yang kini dirintisnya.

Sedjati-ne Coffee and Pastry mulai beroperasi pada 3 Oktober 2026. Mengusung konsep outdoor, kafe tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak muda, mahasiswa, hingga keluarga.

Perempuan berhijab yang akrab disapa Rahil itu mengatakan, Sedjati-ne dirancang sebagai tempat nongkrong yang menawarkan suasana santai sekaligus pilihan makanan dan minuman yang menarik.

“Sedjati-ne ini dibuat berbeda, yakni outdoor. Lokasinya juga strategis dan berdekatan dengan BlackSteel Padel Solo. Jadi, orang-orang yang selesai main padel bisa nongkrong di Sedjati-ne. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan kawasan kampus,” ujar Rahil saat berbincang, Minggu (4/10/2026).

Konsep outdoor menjadi salah satu daya tarik kafe tersebut. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati makanan dan minuman, tetapi juga bersantai di ruang terbuka.

Menariknya, area kafe juga dilengkapi panggung kecil yang dapat digunakan untuk pertunjukan musik. Kehadiran panggung tersebut diharapkan semakin memperkuat suasana santai yang ingin dibangun Sedjati-ne.

Bagi Rahil, membuka usaha kuliner merupakan salah satu cara untuk menyalurkan kecintaannya terhadap dunia makanan dan minuman. Pendidikan Tata Boga yang diselesaikannya pada 2024 menjadi modal dalam memahami dunia kuliner sekaligus mengembangkan produk yang ditawarkan.

Dekat Kampus dan Tempat Olahraga

Pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Sedjati-ne berdiri di tepi Jalan Raya Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, yang berada tidak jauh dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan BlackSteel Padel Solo.

Lokasi tersebut membuat Sedjati-ne memiliki potensi pasar yang cukup beragam.

Mahasiswa dapat menjadikan kafe ini sebagai tempat mengerjakan tugas, berdiskusi atau sekadar berkumpul bersama teman. Sementara mereka yang baru selesai berolahraga di area sekitar juga bisa mampir untuk melepas lelah.

“ Kami ingin Sedjati-ne menjadi tempat yang nyaman untuk berbagai kalangan. Lokasinya dekat dengan kampus dan tempat olahraga, sehingga pengunjung bisa datang untuk nongkrong, mengerjakan tugas maupun menghabiskan waktu bersama keluarga,” kata Rahil.

Selain akses yang mudah, Sedjati-ne juga menyediakan area parkir yang cukup luas. Hal ini menjadi salah satu fasilitas yang diandalkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Sajikan Kopi hingga Pastry

Sedjati-ne Coffee and Pastry buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB.

Beragam pilihan menu disiapkan, mulai dari kopi, teh, matcha, minuman non-coffee, hingga aneka pastry dan dessert.

Sejumlah minuman khas yang ditawarkan antara lain Sedjatine Legi, Sedjatine Creamy, dan Sedjatine Berry. Pengunjung juga bisa menikmati pilihan lain seperti Stroberi Matcha dan Americano.

Untuk harga, Rahil berusaha menjaga agar menu tetap terjangkau bagi berbagai kalangan. Harga makanan dan minuman di Sedjati-ne dibanderol mulai sekitar Rp21.000.

“Ini menjadi pilihan karena lokasinya strategis di Jalan Raya Ahmad Yani. Terlebih, kami memiliki area parkir yang luas dan tempatnya mudah dijangkau,” ungkap Rahil.

Rahil berharap Sedjati-ne Coffee and Pastry tidak sekadar menjadi tempat menikmati kopi dan makanan.

Lebih dari itu, dia ingin kafe yang dirintisnya menjadi ruang bertemu, berbincang, menikmati musik, mengerjakan tugas, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sebagai generasi muda, Rahil juga berharap Sedjati-ne dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat, khususnya di wilayah Solo Raya.

Langkah Rahil merintis usaha tersebut sekaligus menjadi cerita tentang bagaimana generasi muda meneruskan jejak kewirausahaan keluarga, namun tetap membawa gagasan dan karakter bisnisnya sendiri.

Tanto