Danrem 074/Warastratama Kolaborasi dengan PWI Surakarta Perang Lawan Hoaks
Sri Hartanto Foto: dokumentasi
SOLO, POSKITA.co – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi kesempatan untuk memperkuat kemitraan antara TNI dan insan pers di wilayah Solo Raya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Sri Hartanto alias Tanto Gondes, menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI kepada Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira.
Ucapan tersebut disampaikan Tanto dalam komunikasi dengan Danrem 074/Warastratama bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026).
Mewakili PWI Surakarta dan insan pers di Solo Raya, Tanto berharap TNI semakin profesional, solid, dekat dengan rakyat, serta terus mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Atas nama PWI Surakarta, saya mengucapkan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh keluarga besar TNI, khususnya jajaran Korem 074/Warastratama. Semoga TNI semakin profesional, semakin solid, semakin dekat dengan rakyat, dan selalu diberikan kekuatan dalam menjaga keamanan serta keutuhan NKRI,” kata Tanto.
Wartawan Suara Merdeka yang bertugas di Biro Solo tersebut juga berharap momentum HUT TNI semakin mempererat hubungan antara TNI dengan insan pers.
Menurut Tanto, pers dan TNI memang memiliki fungsi berbeda. Namun, keduanya sama-sama mempunyai ruang pengabdian kepada masyarakat.
“Harapan kami, hubungan TNI dengan insan pers semakin baik dan semakin terbuka. Pers membutuhkan informasi yang akurat untuk disampaikan kepada masyarakat, sementara TNI juga membutuhkan media sebagai mitra komunikasi kepada publik. Kemitraan ini tentu harus tetap profesional dan saling menghormati tugas masing-masing,” ujarnya.
Tanto menilai komunikasi yang baik antara aparat dan wartawan sangat penting, terutama ketika masyarakat membutuhkan informasi terkait keamanan dan ketertiban.
Di sisi lain, PWI Surakarta terus mendorong insan pers menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan berpegang pada kode etik serta mengedepankan verifikasi informasi.
“Pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Kemitraan bukan berarti menghilangkan sikap kritis, tetapi bagaimana komunikasi dibangun agar setiap informasi yang sampai kepada masyarakat benar, berimbang, dan tidak menimbulkan persoalan baru,” katanya.
Danrem: Wartawan Punya Peran Strategis
Menanggapi ucapan tersebut, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira menyampaikan apresiasi kepada PWI Surakarta dan seluruh insan pers yang telah memberikan perhatian pada HUT ke-81 TNI.
Arry menegaskan, wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Solo Raya.
“Terima kasih kepada teman-teman wartawan, khususnya PWI Surakarta, atas ucapan dan perhatiannya kepada TNI. Bagi kami, teman-teman wartawan adalah mitra yang sangat penting dalam menjaga situasi Solo dan sekitarnya agar tetap kondusif,” tegas Arry.
Menurut dia, media mempunyai kemampuan menjangkau masyarakat secara luas. Karena itu, pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab dapat membantu menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Arry berharap komunikasi antara jajaran TNI dan insan pers terus dijaga serta ditingkatkan.
“Teman-teman media punya peran yang sangat strategis. Apa yang disampaikan media bisa membentuk pemahaman masyarakat. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga komunikasi dan menyampaikan informasi yang benar sehingga suasana keamanan dan ketertiban di wilayah Solo Raya tetap terpelihara,” ujarnya.
Selain menjaga kondusivitas wilayah, Arry mengajak media, terutama media arus utama, bersama-sama mengawal berbagai program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, program yang baik tidak cukup hanya dilaksanakan. Masyarakat juga perlu mengetahui manfaat dan perkembangan program tersebut.
“Kami mengajak teman-teman media, terutama media arus utama, untuk bersama-sama mengawal program pemerintah. Program yang baik tentu perlu diketahui masyarakat, dikawal pelaksanaannya, dan pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Arry.
Perangi Hoaks
Hal lain yang menjadi perhatian Danrem adalah derasnya arus informasi di tengah perkembangan media sosial.
Arry mengajak insan pers bersama-sama memerangi hoaks atau informasi bohong yang berpotensi menimbulkan keresahan, mengadu domba, bahkan memecah persatuan masyarakat.
“Yang tidak kalah penting adalah bersama-sama memerangi hoaks. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru memicu keresahan, mengadu domba, atau memecah persatuan. Media arus utama memiliki peran penting untuk memberikan informasi yang sudah diverifikasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Arry menilai media arus utama tetap memiliki posisi penting sebagai rujukan masyarakat di tengah banjir informasi digital.
Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial harus diimbangi dengan ketelitian dalam memastikan kebenaran sebuah informasi.
Pemberitaan yang faktual, lanjutnya, dapat membantu mencegah kesalahpahaman sekaligus menjaga suasana tetap kondusif.
“Di tengah derasnya informasi sekarang ini, media arus utama harus menjadi rujukan masyarakat. Mari kita sama-sama menjaga ruang publik agar tidak dipenuhi berita bohong dan informasi yang bisa memecah belah. TNI siap membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan insan pers,” paparnya.
Arry berharap kemitraan TNI dan pers di Solo Raya terus berkembang secara profesional. Kemitraan tersebut bukan berarti media menjadi bagian dari institusi TNI, melainkan kerja sama yang dibangun berdasarkan kepentingan masyarakat.
“Kita memiliki tugas masing-masing, tetapi ada kepentingan yang sama, yaitu bagaimana menjaga masyarakat tetap aman, mendapatkan informasi yang benar, dan bersama-sama mendukung terciptanya situasi yang kondusif,” pungkasnya. (**)
Cosmas

