Pendidikan

Puluhan Kepala Sekolah Kecamatan Karangdowo Studi Tiru MBS

Foto: dok

SOLO, POSKITA.co – Sebanyak 21 Kepala Sekolah Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten melaksanakan studi tiru di Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM & KKA) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Jawa Tengah, Senin (6/7/2026).

Ketua Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Karangdowo, Ita Tri Lestari, mengatakan kegiatan studi tiru di sekolah yang berdiri sejak 1935 ini punya alasan tersendiri yaitu sekolah yang terletak di Barat Pura Mangkunegran terkenal memiliki berbagai praktik baik dan inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Karangdowo.

“Adapun fokus pembelajaran yang ingin kami pelajari meliputi pengelolaan administrasi sekolah yang efektif, tertib, dan akuntabel. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam meningkatkan mutu layanan Pendidikan,” jelas Ita.

Dia menjelaskan strategi membangun budaya sekolah yang positif, nyaman, religius, dan berkarakter. Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang unggul, menarik, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Pengelolaan program-program sekolah yang mendukung peningkatan mutu, citra, dan daya saing sekolah.

“Penguatan kemitraan antara sekolah dengan orang tua, komite sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata dia.

Dalam paparannya, Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Sri Sayekti dengan moderator Humas Dwi Jatmiko menegaskan bahwa pemimpin hebat bukan yang paling berkuasa, tetapi yang memberdayakan.

“Kepemimpinan adalah Amanah untuk membentuk masa depan. Jabatan kepala sekolah bukanlah tentang kekuasaan, melainkan niat lurus untuk melahirkan kebijakan yang adil dan mengubah institusi menjadi tempat yang bertumbuhnya generasi berkarakter,” ujar Sri Sayekti.

Ia menekankan untuk melakukan transformasi masif, temukan satu program operasional yang paling mendesak, berdampak luas, dan dapat dieksekusi dengan sumber daya manusia yang ada. Perilaku pemimpin merupakan cerminan bagi seluruh warga sekolah. Keteladanan menjadi fondasi utama dalam membangun budaya sekolah yang positif.

Lalu, setiap keputusan yang diambil harus mempertimbangkan dampaknya terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan keberhasilan belajar murid. Dengarkan guru, hargai setiap pendapat, serta berikan arahan dengan empati melalui komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan partisipatif. Jabatan adalah amanah, bukan sekadar kekuasaan.

“Oleh karena itu, jadilah pembelajar sepanjang hayat yang siap menghadapi perubahan dan terus meningkatkan kualitas diri. Kelola sekolah dengan data dan hati. Gunakan fakta empiris tanpa kehilangan sisi kemanusiaan,” tambahnya.

Cosmas