70 Petinju Amatir Berebut Sabuk Emas ATI Jateng
Pertarungan dua petinju dalam kejuaraan tinju amatir memperebutkan sabuk emas Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jateng di Hotel Sahid Jaya, Minggu (5/7). (foto dokumentasi)
SOLO, POSKITA.co – Kejuaraan tinju memperebutkan sabuk emas Gubernur Jateng yang digelar Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) di Solo, tidak hanya diikuti para petinju profesional, namun juga diikuti puluhan petinju amatir.
Setelah perebutan sabuk emas Gubernur digelar pada Sabtu (4/7) malam, di hari Minggu (5/7), ada sekitar 70 petinju amatir bertarung untuk memperebutkan sabuk emas ATI Jawa Tengah, di Hotel Sahid Jaya.

Ketua DPW ATI Jateng sekaligus penggagas acara, Asri Purwanti SH, MH mengemukakan kompetisi hari kedua ini khusus didedikasikan untuk menjaring para atlet amatir. Tercatat sebanyak 70 atlet dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga dewasa ikut bertarung sengit di atas ring.
“Diikuti oleh 70 atlet dan luar biasa sekali, anak-anak dari SD sampai dewasa, semua ikut bertanding,” ujar Asri saat memantau jalannya pertandingan di lokasi acara.
Asri mengaku kagum dengan tingkat kedisiplinan dan mentalitas baja yang ditunjukkan para peserta muda dari pagi hingga sore hari. Ia menegaskan bahwa olahraga tinju kerap disalahpahami sebagai olahraga yang menyeramkan. Padahal, esensi utama dari olahraga ini adalah melatih kebugaran badan, menanamkan kedisiplinan, serta membentuk karakter anak agar berjiwa pemberani.
Pihak penyelenggara membagikan medali serta sertifikat bagi para atlet yang sukses menorehkan prestasi. Untuk membakar semangat bertanding para peserta, Asri bahkan merogoh kantong pribadinya untuk membagikan uang doorprize secara langsung di lokasi.
Sementara itu, Founder RSU Assalam Gemolong, Sragen, dr Ismail Joko Sutresno, Sp.OG(K) menilai tinju merupakan olahraga yang positif bagi generasi muda. Selain menjadi wadah menyalurkan energi dan membentuk karakter disiplin, sportivitas, serta mental juang. Tinju juga berpotensi melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Jawa Tengah.
“Jadi, gak usah bertarung di jalanan. Cukup disini (diatas ring-red). Sehingga, tidak membahayakan diri dan orang lain,” tegasnya.
Melalui kejuaraan ini, ATI Jateng berkontribusi dalam memberikan edukasi positif bagi para atlet petinju serta menyelaraskan visi dengan Pemerintah Provinsi dan Dispora untuk membangkitkan kembali kejayaan olahraga tinju di Jawa Tengah. Sektor ini dinilai bisa menjadi wadah yang tepat untuk mengarahkan anak-anak hiperaktif agar bertransformasi menjadi atlet yang hebat. (**)
Cosmas

