Mendunia! Wali Santri Australia hingga Malaysia Banjiri Khataman Sunan Ibnu Majah di Ponpes Budi Luhur
SOLO, POSKITA.co – Suasana khidmat dan haru menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Luhur Surakarta pada Selasa (9/6/2026) malam. Lembaga pendidikan Islam di Solo ini sukses menorehkan pencapaian besar melalui prosesi syukuran khataman kitab hadis monumental, Sunan Ibnu Majah.
Menariknya, momentum sakral yang menjadi tonggak penting penguatan literasi keislaman ini tidak hanya menyedot perhatian lokal, melainkan juga menembus sekat-sekat internasional. Para wali santri dari berbagai penjuru dunia—termasuk dari Malaysia hingga Australia—rela terbang jauh-jauh ke Kota Bengawan demi menyaksikan langsung kelulusan putra-putri mereka.
Pimpinan Ponpes Budi Luhur, Kyai Ahmad Rudiyanto, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan para santri hingga berhasil menyelesaikan seluruh isi kitab hadis tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur proses khataman kitab Sunan Ibnu Majah ini dapat diselesaikan dengan baik oleh para santri. Yang membanggakan, santri yang menempuh pendidikan di sini tidak hanya berasal dari dalam negeri, namun juga dari berbagai negara, baik dari Malaysia dan Australia,” ujar Kyai Ahmad Rudiyanto.
Menurutnya, kehadiran santri dan wali murid lintas negara ini menjadi bukti nyata bahwa semangat untuk mereguk ilmu agama yang berkualitas mampu meruntuhkan batas-batas geografis.
Apresiasi tinggi juga datang dari Muhammad Zain, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta. Tokoh yang juga dikenal luas sebagai advokat dan pengusaha sukses ini menilai, konsistensi Ponpes Budi Luhur dalam menjaga mutu pendidikan patut diacungi jempol.
Zain menegaskan, tantangan para lulusan di era global jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, ilmu yang sudah dikhatamkan harus menjadi fondasi moral di tengah masyarakat.
Implementasi Nyata: Santri diharapkan tidak hanya jago secara tekstual, tetapi mampu membumikan nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari. Karakter Unggul: Lulusan diproyeksikan menjadi motor penggerak masyarakat yang moderat, toleran, dan membawa manfaat luas bagi umat. Visi Global: Mereka adalah investasi masa depan, calon pemimpin yang membawa misi kedamaian di kancah nasional maupun internasional.
Pesan Penting
Sebagai pemuncak acara, Kyai Thoyibun selaku Pimpinan Ponpes Budi Utomo hadir memberikan tausiyah yang mendalam. Ia mengingatkan para santri bahwa khataman ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan gerbang awal dari tanggung jawab moral yang sesungguhnya.
“Ilmu tanpa dibarengi dengan adab dan pengamalan yang ikhlas tidak akan membuahkan keberkahan. Khataman ini adalah langkah awal. Teruslah istiqomah dalam mempelajari Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta jadikan ilmu tersebut sebagai suluh penerang bagi diri sendiri dan lingkungan di mana pun kalian berada,” pesan mendalam Kyai Thoyibun kepada para jemaah.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan keberkahan tersebut ditutup dengan doa bersama. Kehadiran jajaran pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan para wali santri dari berbagai negara membuat malam syukuran tersebut sukses menjadi simbol kuatnya persaudaraan Islam (Ukhuwah Islamiyah) yang berpusat dari jantung Kota Solo.
Tanto

