Boyolali

Anak Menantu Pengirim ‘Sate Maut’ Masih Diperiksa, Polisi Tunggu Hasil Forensik

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra memaparkan kasus kematian maut warga Sindon, Ngemplak, Boyolali saat ditemui di Polresta Solo, Kamis (4/6). (foto dokumentasi)

Boyolali, POSKITA.co – Kasus kematian misterius Aminah (57), warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, terus menjadi perhatian publik. Anak menantu korban berinisial P (34), yang mengakui mengirim sate ayam ke rumah mertuanya sebelum peristiwa tragis itu terjadi, hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Boyolali. Meski telah mengakui sebagai pengirim sate, polisi belum menetapkannya sebagai tersangka dan masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Dia diperiksa terkait atas dugaannya atas perannya sebagai pembeli sate ayam yang ditujukan kepada ibu mertuanya, Ny Aminah.

Pemeriksaan terhadap P dikemukakan Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra saat ditemui di Polresta Solo, Kamis (4/6).

“Pemeriksaan terhadap terduga pelaku yang merupakan menantu korban tersebut telah dilakukan secara intensif sejak Rabu (3/6) malam. Pemeriksaan berlangsung hampir delapan jam hingga pukul 23.00 WIB.

Dalam mengungkap kasus ini, lanjutnya, sudah ada delapan saksi.

“Kemudian kami juga sudah memeriksa terhadap terduga pelaku, yaitu menantu almarhumah. Namun statusnya hingga saat ini masih sebagai saksi,” terang Indra kepada sejumlah awak media.

Dalam pemeriksaan tersebut, terduga pelaku mengakui bahwa dia yang mengirimkan sate ayam ke rumah korban. Meski demikian, pengakuan itu belum bisa dijadikan dasar untuk menetapkan adanya tindak pidana.

Untuk itu, lanjutnya, penyidik masih menunggu hasil autopsi, pemeriksaan toksikologi, serta uji laboratorium forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi kunci untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Yang bersangkutan memang menyampaikan kepada penyidik bahwa dia yang mengirimkan sate tersebut ke kediaman korban. Tetapi itu belum membuktikan bahwa sate tersebut yang menyebabkan meninggalnya almarhumah. Kami masih menunggu hasil dari Dokkes Polda Jawa Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan, apabila hasil pemeriksaan forensik nantinya menemukan indikasi tertentu yang menjadi penyebab kematian korban, penyidik baru akan menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak yang saat ini masih berstatus saksi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kemungkinan terduga pelaku melarikan diri, Polres Boyolali menerapkan pengawasan khusus. Meski belum dilakukan penahanan karena statusnya masih saksi, keberadaan yang bersangkutan terus dipantau oleh penyidik.

“Iya, tetap kami lakukan pengawasan. Sampai saat ini yang bersangkutan masih kooperatif dan tidak melakukan upaya-upaya melarikan diri ataupun tindakan yang menghambat proses penyidikan,” tegas Indra.

Dia menambahkan, terduga pelaku juga telah menunjuk penasihat hukum untuk mendampingi selama proses pemeriksaan berlangsung. “Yang bersangkutan sudah menunjuk pengacara untuk mendampingi. Selama pemeriksaan kemarin, seluruh keterangan disampaikan dengan jelas dan pemeriksaan baru dilakukan satu kali,” paparnya. (**) Tanto