Soloraya

Impian Haji Pupus, Tabungan Rp 100 Juta Janda Pensiunan Diduga Dibawa Pengelola Travel

Sri Wijiningsih (61) yang menjadi korban penipuan hingga batal naik haji saat ditemui di tempat tinggalnya di Klodran Indah, Colomadu, Karanganyar, beberapa hari lalu. (foto dokumentasi)

SOLO, POSKITA.co – Impian Sri Wijiningsih (61) untuk menunaikan ibadah haji berakhir dengan kekecewaan mendalam. Uang sekitar Rp 100 juta yang telah ia kumpulkan bertahun-tahun untuk berangkat ke Tanah Suci diduga dibawa oleh seorang pengelola biro perjalanan haji dan umrah berinisial DF.

Perempuan yang tinggal di Klodran Indah, Colomadu, Karanganyar, itu mengaku telah mempersiapkan dana haji dengan penuh perjuangan. Setelah suaminya meninggal dunia, Sri menyisihkan santunan kematian, dana Asabri, hingga gaji bulanan peninggalan sang suami. Selama hampir setahun, ia hidup hemat dan menahan berbagai kebutuhan demi menjaga tabungannya tetap utuh untuk mewujudkan cita-cita berhaji.

Sri mengaku mulai percaya kepada DF karena telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Sosok tersebut disebut kerap membantu jamaah umrah dan dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Pada 2024, Sri ditawari program haji dengan biaya lebih murah dan dijanjikan bisa berangkat lebih cepat tanpa harus menunggu antrean panjang seperti jalur reguler. Tawaran itu membuatnya yakin untuk menyerahkan dana yang telah dikumpulkannya.

Namun harapan itu berubah menjadi kenyataan pahit. Menjelang jadwal keberangkatan, berbagai dokumen penting seperti tiket, paspor, dan visa tak kunjung terbit. Keberangkatan yang dijanjikan pun batal. “Sampai hari H tidak ada tiket, paspor, maupun visa. Akhirnya saya gagal berangkat,” ujar Sri dengan mata berkaca-kaca.

Kasus tersebut kini ditangani Polresta Solo. Menurut Wakasat Reskrim AKP Warsena, laporan korban telah masuk tahap penyidikan. Meski demikian, polisi masih terus mendalami perkara dan belum menetapkan tersangka. Bagi Sri, yang paling menyakitkan bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga pupusnya harapan untuk memenuhi panggilan ibadah yang telah lama ia nantikan.

“Uang bisa dicari lagi, tetapi kesempatan dan impian untuk berhaji itu yang sangat saya sesalkan,” tuturnya lirih.

Tanto