Kematian Aminah Misteri, Polisi Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Tim Dokkes Polda Jateng bersama Tim Identifikasi Polres Boyolali melakukan otopsi jasad Aminah di TPU Dukuh Sindon, Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali, Sabtu (30/5). (foto dokumentasi)
BOYOLALI, POSKITA.co – Misteri kematian Aminah (57), warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, masih belum menemukan titik terang. Hampir dua pekan setelah peristiwa itu terjadi, penyidik Polres Boyolali masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.
Kasus ini menyita perhatian publik karena Aminah dilaporkan meninggal dunia tak lama setelah mengonsumsi sate ayam yang dikirim seseorang melalui jasa ojek online. Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah lima ekor ayam yang memakan sisa sate yang dibuang juga ditemukan mati.
Peristiwa tersebut mendorong keluarga korban melaporkan kasus itu ke Polres Boyolali pada 25 Mei 2026, sekitar sepekan setelah korban dimakamkan. Polisi kemudian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk kepentingan otopsi yang dilakukan tim Dokkes Polda Jawa Tengah.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Aminah. Menurutnya, seluruh kemungkinan masih terbuka dan harus dibuktikan secara ilmiah melalui hasil pemeriksaan forensik.
“Kami belum menerima hasil resmi dari laboratorium maupun otopsi. Apakah ada indikasi kekerasan, keracunan, serangan jantung, penyakit tertentu, atau penyebab lainnya, semuanya masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Indra, Senin (1/6/2026).
Kapolres juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan bahwa sate ayam tersebut menjadi penyebab kematian korban. Menurutnya, dugaan yang beredar saat ini masih memerlukan pembuktian berdasarkan hasil laboratorium dan otopsi.
Penyidik juga masih memeriksa bangkai ayam yang diamankan sebagai barang bukti. Namun polisi menilai kematian ayam tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kandungan racun pada sate yang dikonsumsi korban.
“Namanya ayam liar, bisa saja sebelumnya memakan berbagai macam makanan di tempat lain. Karena itu, kami tidak bisa langsung menghubungkan kematian ayam dengan sate tersebut tanpa hasil pemeriksaan laboratorium,” jelas Kapolres.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, polisi memastikan penyelidikan dilakukan sesuai prosedur dan standar operasional yang berlaku. Hasil otopsi dan laboratorium forensik kini menjadi kunci utama untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Aminah.
Sementara itu, warga Sindon masih menanti jawaban atas misteri yang menghebohkan kampung mereka: apakah kematian Aminah murni karena faktor kesehatan, keracunan, atau ada fakta lain yang selama ini belum terungkap? Semua mata kini tertuju pada hasil pemeriksaan forensik yang akan menentukan arah penyelidikan selanjutnya.
Tanto

