Soloraya

UMS Persiapkan 44 Ormawa untuk Juara Abdidaya

Direktur DKPTI UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. (kiri), dalam arahannya mendorong mahasiswa untuk merancang program berbasis kebutuhan riil. Foto: dokumentasi.

SOLO, POSKITA.co

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Penyusunan Sub-Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 untuk mempersiapkan 44 organisasi mahasiswa menghadapi kompetisi nasional. Workshop ini bertujuan meningkatkan kualitas proposal PPK Ormawa agar UMS bisa meraih Juara Abdidaya.

Direktur DKPTI UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, menekankan pentingnya proposal yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sub proposal PPK Ormawa 2026 terbagi menjadi dua kategori: Desa Rintisan dan Desa Pengembangan.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Pengembangan Talenta Inovasi UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D (tengah).

Workshop ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, dan sejumlah pejabat UMS lainnya. Peserta workshop antusias mengikuti sesi tanya jawab dan mendapatkan hadiah e-wallet sebagai apresiasi.

Ihwan menegaskan PPK Ormawa bukan sekadar program hibah, melainkan ruang pembuktian kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan.

Direktur DKPTI UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., mendorong mahasiswa untuk merancang program berbasis kebutuhan riil masyarakat dan memastikan keberlanjutan dampak program.

“Proposal yang kuat harus menunjukkan relevansi persoalan, ketepatan solusi, serta indikator keberhasilan yang terukur,” ujarnya, Rabu, (25/2).

Ir. Muhammad Alfatih Hendrawan, S.T., M.T., menjelaskan penyusunan sub proposal PPK Ormawa harus mengikuti sistematika yang telah ditetapkan agar memiliki daya saing dan memenuhi standar penilaian.

Tanto