Klaten

Puskesmas Tulung Gelar Linsek dan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 di nDalem Janti

Foto Atas: Camat Tulung Hendri Pamukas bersama Kepala Puskesmas Tulung Hj. Mutmainah serta unsur Forkopincam foto bersama jajaran Puskesmas Tulung usai acara FKP 2026.

KLATEN, POSKITA.co – Sudah menjadi agenda awal tahun, Puskesmas Tulung, Kabupaten Klaten, telah mengadakan pertemuan Rakor Lintas Sektoral dan sekaligus Forum Konsultasi Publik (FKP) tahun 2026 yang diadakan di nDalem Janti Garden Resto, Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Kamis (12/2/2026) pagi.

Dalam acara ini hadir Camat Tulung Hendri Pamukas, SSos MM, Danramil Tulung Kapten Infantri Luis Timur Riyanto, perwakilan Polsek Tulung, Kepala Puskesmas Tulung Mutmainah, SSiT.Bdn, MKes, Kepala KUA Tulung Muhammad Sahri Annur, SAg, Paguyuban Kades, Ketua TP PKK Desa, Kepala Sekolah, perwakilan Media dan tamu undangan lainnya. Suasana lokasi pertemuan Lintas Sektoral dan FKP Puskesmas Tulung ini tetap nyaman dan asri dengan suara gemericik air kolam.

“Kita sudah terbiasa kalau ada acara resmi, seringkali lokasinya di sini. Tempatnya nyaman, asri dan kita juga mendukung agar kuliner di Klaten ini tetap eksis. Terima kasih atas kedatangan dan perhatian para tamu yang hadir di acara Rakor Linsek dan FKP Bidang Kesehatan Puskesmas Tulung 2026. Dalam acara ini kita sampaikan berbagai capaian dan informasi layanan kesehatan yang kami lakukan,” jelas Mutmainah mantap.

Dijelaskan, salah satu tujuan utama dengan adanya Forum Konsultasi Publik atau FKP itu dalam kerangka meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui dialog partisipatif, antara penyelenggara layanan dan masyarakat. Termasuk diundang Forkopincam, para Kades, kader TP PKK, kepala sekolah, wartawan dan lainnya.

Dengan FKP Puskesmas Tulung ini bisa menyelaraskan kebijakan dalam layanan bidang kesehatan dengan kebutuhan masyarakat, menghimpun saran/masukan, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas. FKP ini diharapkan adanya informasi masukan, ide dan saran untuk menyusun atau memperbaiki standar pelayanan publik agar lebih efektif.

Mutmainah juga menegaskan, dengan FKP ini akan terwujud satu komitmen layanan kesehatan yang lebih baik lagi dan ada peran aktif stakeholders dan masyarakat dalam merencanakan atau mengevaluasi kebijakan yang berdampak positif. Puskesmas Tulung berusaha memberikan pelayanan yang adil, transparan dan akuntabel.

“Jadi, FKP ini menjadi wadah evaluasi kinerja untuk mengetahui efektivitas kebijakan dan sarana penanganan keluhan. Selain itu untuk menyeimbangkan kemampuan penyelenggara layanan dengan harapan dan kebutuhan publik atau human centred public service,” jelasnya.

Sampai saat ini, Puskesmas Tulung mendampingi atau melayani Kesehatan di 9 desa, yaitu Desa Daleman, Wunut, Tulung, Cokro, Sorogaten, Malangan, Gedong Jetis, Pucang, dan Dalangan. Untuk capaian kunjungan pasien di PKD Pustu per Januari 2026, tertinggi di PKD Daleman sebanyak 106 pasien, Wunut ada 96 pasien, Sorogaten 62 pasien, Malangan 52 pasien, dan paling sedikit di Posbindu Tulung 20 pasien.

Untuk layanan kunjungan pasien di Induk Puskesmas Tulung per Januari 2026, tertinggi di 1047 pasien ruang dewasa, ruang lansia ada 510 pasien, ruang KIA 449 pasien, laboratorium ada 307 pasien, ruang gigi ada 304 pasien, klaster anak ada 230 pasien, UGD 130 pasien, fisioterapi 73 pasien, ruang imunisasi 21 pasien, catin 20 pasien dan ruang KB 19 pasien.

“Kita juga baru prihatin dengan tingginya angka kematian akibat serangan hama tikus atau leptospirosis yang jumlahnya sekitar 50 kasus. Dari 50 kasus yang ada, mayoritas yang terkena adalah petani yang diakibatkan kaki luka petani terkena air kencing tikus di sawah. Kita harapkan para petani kalua ke sawah memakai sepatu boot atau tunda dulu ke sawah jika kaki ada yang luka,” pesan Mutmainah.

Kasus leptospirosis per Rabu, 11 Februari 2026, tercatat totalnya ada 51 kasus. Kasus leptospirosis tertinggi di wilayah Kecamatan Trucuk ada 7 kasus, Tulung ada 6 kasus, Wedi 5 kasus, Ceper ada 4 kasus dan untuk Karangdowo, Kalikotes, Juwiring dan Bayat masing-masing ada 3 kasus, serta kasus di Kecamatan lainnya antara 1- 2 kasus.

Kepala Puskesmas Tulung Hj. Mutmainah dampingi Camat, Danramil dan unsur Polsek Tulung di acara FKP Puskesmas Tulung 2026.

Camat Tulung Hendri Pamukas berpesan, agar seiring musim hujan ini, masyarakat diberikan pengarahan atau sosialisasi kewaspadaan dini. Dan juga mendukung dan mengapresiasi capaian layanan kesehatan yang selama ini telah dilakukan Puskesmas Tulung. Koordinasi dalam melangkah ketika ada hal-hal urgens, semisal penanganan pasien atau kebencanaan, Puskesmas Tulung juga selalu pro aktif.

“Ada beberapa kegiatan bidang Kesehatan yang telah dilakukan di tahun 2025 dan semua berjalan lancar. Hal ini juga karena sinergitas jajaran Puskesmas Tulung dan dukungan semua pihak. Seperti cek Kesehatan gratis, ILP beberapa desa, ada launching posbindu di Daleman dan Sorogaten, ada giat imunisasi, senam germas, dan lainnya, berjalan lancar,” jelas Camat Tulung Hendri.

Ditegaskan pula, FKP Puskesmas Tulung ini bisa menjadi wahana evaluasi layanan kesehatan dan segenap masyarakat juga bisa menggiatkan kegiatan selama bulan suci Ramadhan. Meskipun jam pelayanan berkurang saat Ramadhan, Hendri berharap, semangat etos kerja tetap dijaga dengan baik. (Hakim)