Klaten

Hardiknas 2025, Guru Tetap Jadi Panutan Siswa dan Masyarakat

KLATEN, POSKITA.co – Aula Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Wedi, Klate, terdengar lantunan lagu ulang tahun seiring pemotongan nasi tumpeng peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 yang dipimpin langsung Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Wedi Sudibya, SPd MM didampingi Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Wedi Syahrodli, SPd (Kepala SDN 2 Sukorejo), Kamis (1/5/2025) malam.

Hadir dalam acara ini Sri Winarni, SPd MM, pejabat Dinas Pendidikan Klaten yang datang mewakili Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih, SPd MPd. Dalam acara ini dihibur orgen tunggal Mr. Sigit (guru SDN 1 Brangkal) dan beberapa kepala sekolah ikut bernyanyi di acara bahagia malam tirakatan Hardiknas 2025 ini.

“Acara malam tirakatan Hardiknas 2025 ini dihadiri semua kepala sekolah, baik TK/Paud dan SD se Kecamatan Wedi. Untuk kepala SD yang hadir ada 32 orang, terdiri 24 orang kepala SD Negeri dan 8 orang kepala SD swasta. Malam tirakatan Hardiknas 2025 ini diharapkan menjadi penyemangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peningkatan kualitas pendidikan,” ungkap Sudibya.

Acara malam tirakatan Hardiknas 2025 ini dimulai pukul 21.00 WIB setelah perwakilan Disdik Klaten Sri Winarni hadir di aula Korwil Bidang Pendidikan Kecamata Wedi yang sebelumnya Sri Winarni hadir di acara malam tirakatan Hardiknas di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Gantiwarno.

Sudibya mengatakan, malam tirakatan Hardiknas 2025 ini menjadi ajang saling silaturrahmi, mempererat jalinan kerjasama dan semua K3S Wedi tetap satu komando mendukung setiap program pendidikan yang ada. Sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai elemen di tingkat desa maupun kecamatan, juga terus didengungkan.

“Kami mohon maaf, karena banyaknya kegiatan, sampai lupa mengundang unsur Forkopincam Wedi di malam tiarakatan Hardiknas 2025 ini. Semoga tahun depan unsur Forkopincam Wedi, baik Camat, Koramil, Polsek, KUA, Puskesmas dan Kepala Desa, bisa diundang di malam bahagia malam tirakatan Hardiknas,” jelas Sudibya.

Sementara itu, Sri Winarni dengan nada menyentuh hati, tetap mengharapkan semua K3S tetap bekerja sesuai tupoksi. Khusus kepala SD negeri, diminta melakukan pendekatan atau loby-loby dengan kepala desa dalam program penerimaan siswa baru. Jangan sampai saat tahun ajaran baru 2025-2026, SD negeri tak ada yang mendaftar, tak punya murid dan berdampak bisa diregrouping.

Dalam momen Hardiknas 2025 ini, Sri Winarni berpesan agar semua K3S tetap bersinergi dengan para guru, komite sekolah, paguyuban orangtua dan juga kepala desa. Tantangan ke depan semakin keras dan semua kepala sekolah harus pintar-pintar dalam mengelola sekolah agar tetap dicintai masyarakat. Program sekolah, seperti ekstra kurikuler, juga digiatkan dan bisa memotivasi anak-anak lulusan TK mau disekolahkan di SD negeri.

“Ada pepatan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Maka sampai kapanpun guru itu menjadi panutan bagi anak-anak, panutan bagi masyarakat juga dalam kegiatan bermasyarakat. Guru harus bisa memberikan contoh keteladanan bagi anak-anak, misalnya jika ada sampah langsung diambil. Anak-anak akan mengikuti pula mengambil sampah jika ada di sekitar lingkungan sekolah,” jelas Sri Winarni. (Hakim)