Nasional

JABAR JADI ANDALAN INDONESIA GAET WISATAWAN MUSLIM DUNIA

BANDUNG. Poskita.co Jawa Barat kembali menempati peringkat pertama provinsi dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Pada IMTI 2019, 2021, dan 2023, Jabar berada di peringkat enam. Pada 2025, Jabar naik ke peringkat pertama nasional, dan kini mempertahankannya.

“Prestasi membanggakan ini adalah buah dari kerja keras, muhasabah, dan kolaborasi erat dari seluruh pihak. Target kita untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pariwisata ramah muslim di Jawa Barat akhirnya terwujud nyata,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan di akun Instagramnya.

Pada Juni 2026, Jabar juga meraih Most Promising Muslim-Friendly Region of the Year dalam GMTI Awards di Halal In Travel Global Summit, Singapura. Penghargaan ini diberikan kepada wilayah di negara anggota OIC yang menunjukkan kemajuan paling menjanjikan dalam membangun ekosistem wisata ramah Muslim.

PASAR GLOBAL YANG TERUS TUMBUH

Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, kedatangan wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 196 juta pada 2025 dan diproyeksikan menjadi 262 juta pada 2030, dengan belanja sekitar US$310 miliar per tahun, setara sekitar Rp4.960 triliun (pada kurs asumsi Rp16.000 per dolar AS). Pada GMTI 2026, Malaysia berada di posisi puncak. Indonesia naik ke peringkat kedua, berbagi posisi dengan Arab Saudi dan Turki.

Sebagai pembanding, data resmi Malaysia mencatat kunjungan 5,4 juta wisatawan Muslim internasional dengan belanja mencapai RM19,54 miliar (sekitar Rp70,3 triliun pada kurs asumsi Rp3.600 per ringgit) pada 2024. Untuk 2025, Malaysia melaporkan kedatangan 9,7 juta wisatawan Muslim. Berada di posisi kedua GMTI 2026, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan alam, budaya, kuliner, dan keragaman destinasi yang dapat menarik wisatawan Muslim dari berbagai negara. Pada 2025, Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara secara keseluruhan. Namun, masih belum ada data tentang berapa banyak wisatawan Muslim internasional yang datang dan berapa besar belanja mereka di Indonesia.

PELUANG JAWA BARAT AMBIL BAGIAN

Sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas pariwisata domestik yang besar, Jawa Barat memiliki modal untuk mengembangkan pasar internasional. Bandung Raya, Bogor, Puncak, Pangandaran, Cirebon, dan berbagai destinasi lainnya menawarkan wisata alam, kuliner, belanja, budaya, serta rekreasi keluarga. Jawa Barat juga memiliki kedekatan dengan Jakarta, salah satu pintu masuk utama wisatawan internasional ke Indonesia. Pada 2025, Jawa Barat mencatat sekitar 211,76 juta perjalanan wisatawan nusantara.

Ini menunjukkan besarnya aktivitas wisata yang sudah berlangsung. Prestasi IMTI 2025 dan 2026, ditambah penghargaan GMTI Awards 2026, menjadi modal penting untuk memperluas pasar wisata Jawa Barat. Tantangan berikutnya adalah mengubah pengakuan dan penghargaan menjadi peningkatan kunjungan wisatawan internasional yang riil, lama menginap, belanja wisatawan, serta pendapatan pelaku usaha lokal. Sudah pasti, tujuan akhir upaya pemerintah Jawa Barat adalah menghadirkan lebih banyak wisatawan, menggerakkan hotel dan restoran, memperluas pasar UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.