Jenang Ayu Bu Sono Pacing Tetap Moncer..!!

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Wajah pasangan suami-istri, Agung dan Nita Fatmawati terlihat ceria. Kenapa? Mereka kedatangan tamu istimewa seiring geliat pembuatan jenang ayu, krasian, wajik, jadah dan kue kranjang di Pacing, Wedi, Klaten, Kamis siang (19/1/2023).

Sejumlah wartawan ternama yang bertugas di Klaten juga hadir mendampingi Camat Wedi Rizqan Iryawan, AP MSi dan Kepala Desa Pacing Lami Wiyono. Keduanya sangat mendukung untuk mencanangkan Desa Pacing sebagai Kampung Jenang.

Dalam kesempatan ini, Camat Rizqan didampingi Kades Pacing Lami Wiyono melihat langsung pembuatan jenang ayu dan makanan lainnya yang tergabung dalam usaha Jenang Ayu Bu Sono Pacing. Sekitar 6 orang Ibu-ibu karyawan sedang memotong jenang ayu yang telah selesai dimasak dan 1 orang laki-laki terlihat masih memasak jenang lewat tungku besar dari pukul 06.00-10.30 WIB.

“Selain kami juga melayani pembuatan jenang ayu, krasian, jadah dan wajik, mulai tahun ini kita juga melayani pesanan dan membuat kue kranjang untuk perayaan Imlek. Untuk harga tetap terjangkau, termasuk untuk harga jenang ayu per kilogram tetap Rp 35 ribu, belum naik,” ujar Nita Fatmawati.

Agung sendiri adalah Kaur Perencanaan Desa Pacing yang ikut membesarkan usaha Jenang Ayu Bu Sono yang tak lain ibundanya sendiri. Usaha jenang ayu dirintis oleh ayahnya Sihono (alm) bersama ibundanya Sumiyati alias Bu Sono. Dengan adanya jenang ayu ini, kata Sumiyati, warga tetangganya bisa bekerja dan tidak menganggur.

Agung, putra Bu Sono, yang kerja sebagai Kaur Perencanaan Desa Pacing, Wedi, Klaten, sedang mengecek pekerjaan karyawannya.

“Pada awalnya, kita hanya coba-coba membuat jenang ayu, krasian atau makanan lainnya. Karena enak, awet dan legits, banyak warga yang pesan dibuatkan. Sampai saat ini tetap eksis dan diminati masyarakat,” jelas Sumiyati.

Untuk permintaan jenang ayu telah mengalami peningkatan sekitar 10 persen dari hari biasanya saat menjelang Imlek tahun 2023 ini. Dalam sehari telah membuat adonan jenang hingga 75 kilogram setiap sekali masak.

“Pelanggan datang sendiri dari berbagai kota. Termasuk ada yang datang jauh-jauh dari Jakarta, Malaysia, Hongkong dan London,” kata Sumiyati.

Sementara itu, Camat Rizqan Iryawan menambahkan, usaha jenang ayu Bu Sono ini sudah kondang dan banyak pelanggan dari mana-mana. Di sini juga ada makanan camilan rengginang, emping melinjo, unthuk cacing, kembang jambu, emping medem, keripik belut, wajik kletik, jadah, peyek ethul, rambak cakar dan lainnya.

“Di Desa Pacing ini terdapat 3 perajin jenang ayu yang masih berproduksi dan saya mendukung ke depan bisa dicanangkan Desa Pacing sebagai Kampung Jenang Ayu. Juga ada Kampung Konveksi di Desa Kalitengah, Kampung Gerabah di Desa Melikan dan lainnya. Kita dukung semua desa di Wedi ini berdayakan potensi yang ada,” ujar Rizqan. (Kim)