Nasional

MRE Jadi Andalan Haji 2026, Tiga Juta Porsi Makanan Siap Saji Disiapkan untuk Jamaah Indonesia

Owner Wong Solo Grup, H Puspo Wardoyo memberikan solusi bagi jutaan jamaah haji Indonesia yakni menyediakan Makanan siap saji atau Meal Ready to Eat (MRE) di Arab Saudi. (foto dokumentasi)

MEKKAH, POSKITA.co  – Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji dan mobilitas jutaan jamaah di Tanah Suci, makanan siap saji atau Meal Ready to Eat (MRE) kini menjadi solusi penting dalam menjaga kebutuhan konsumsi jamaah Indonesia. Pemerintah menyiapkan sekitar tiga juta paket makanan siap santap untuk mendukung kelancaran ibadah selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Makanan siap saji produksi PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HATI) asal Solo dinilai mampu menjawab tantangan distribusi konsumsi yang kerap terjadi akibat kepadatan jamaah, jarak tempuh yang jauh, hingga keterbatasan akses logistik. Dengan sistem siap santap, jamaah dapat menikmati makanan kapan saja tanpa harus bergantung pada jadwal distribusi makanan segar.

Owner PT HATI, H Puspo Wardoyo, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 berlangsung lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, berbagai pembenahan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi, mulai dari infrastruktur hingga sistem pelayanan jamaah, turut mendukung kelancaran ibadah. Keberadaan MRE juga membantu jamaah yang menghabiskan waktu beribadah di Masjidil Haram tanpa harus kembali ke hotel untuk mencari makanan.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf mengatakan sekitar tiga juta paket makanan siap santap telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 ribu jamaah Indonesia selama enam hari pelaksanaan puncak haji. Skema ini dipilih untuk mengantisipasi tingginya pergerakan jamaah di Armuzna sekaligus memastikan seluruh jamaah tetap memperoleh asupan makanan yang aman, praktis, dan bergizi selama menjalankan ibadah haji.

Tanto