Klaten

IESPA Klaten Dilantik KORMI Jateng, Siap Giatkan Olahraga Main Game yang Menyenangkan Generasi Muda

Keterangan Foto: Ketua KORMI Provinsi Jateng Edi Purwanto usai melantikan menyerahkan estafet bendera ke Ketua IESPA Yohanes Dwi Atmaja di Pendapa Pemkab Klaten, Minggu (31/5/2026) siang.

KLATEN, POSKITA.co – Tantangan dan perkembangan era digital semakin besar. Kecanggihan teknologi tetap menjadi sebuah tantangan bagi anak muda untuk bisa memanfaatkan peluang yang ada. Maka seiring perkembangan zaman, IESPA atau Indonesia Esports Association Kabupaten Klaten, berusaha melakukan berbagai agenda yang menarik bagi anak muda di Klaten.

Hal ini dikemukakan Ketua IESPA Klaten Yohanes Dwi Atmaja saat ditemui redaksi di sela-sela agenda pengukuhan dan pelantikan sejumlah organisasi atau lembaga di bawah koordinasi naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Klaten. KORMI ini induk organisasi yang mewadahi berbagai olahraga rekreasi, tradisional, dan kemasyarakatan di wilayah Klaten.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat, jelas Yohanes, membuat berbagai industri maju pesat dan salah satunya kemajuan di bidang industri game yang ada di wilayah Klaten ini. Hal ini juga didukung dengan terbentuknya wadah bagi pemain game, baik bagi yang sekedar hobi, hingga pemain pro dengan dilantik dan dikukuhkannya Pengurus Indonesia Esports Association (IESPA) Kabupaten Klaten.

“Di Klaten para pemain game mobile sangat banyak, Mas. Terlihat dalam satu event jumlah peserta mencapai hingga 400-an. Namun selama ini belum ada wadah yang menaungi mereka dengan baik. Harapannya dengan adanya IESPA teman-teman yang sudah menjadi pro player, serta para pemain ada wadah IESPA ini dan kita arahkan. Kita tahu Klaten terkait prestasi termasuk luar biasa, bukan hanya di Jawa Tengah tetapi hingga nasional,” jelas Yohanes mantap saat ditemui redaksi di pendapa Kabupaten Klaten, Minggu (31/5/2026) siang.

Pelantikan sendiri dilakukan oleh ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Jawa Tengah adalah Edi Purwanto bertempat di pendopo Pemkab Klaten, Minggu (31/05) siang. Dalam pelantikan tersebut, Ketua KORMI Jateng menyerahkan Surat Keputusan (SK) pelantikan dan pengukuhan pengurus serta secara simbolis diterimakan bendera pataka Kormi kepada ketua IESPA Klaten Yohannes Febri Dwi Atmaja.

Sekedar diketahui masyarakat, KORMI ini menaungi berbagai Induk Organisasi Olahraga (INORGA), seperti panahan tradisional, senam, BMX, hingga olahraga kesehatan.Di bawah kepengurusan masa bakti 2024–2028 dengan Ketuanya dipegang Drs. Djoko Sutrisno. KORMI Klaten aktif melakukan pembinaan dari usia pelajar hingga lansia. KORMI Klaten juga sukses menorehkan prestasi, termasuk menembus 8 besar di ajang Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) tingkat provinsi.

Ketua IESPA Klaten, Yohanes Dwi Atmaja mengatakan, di Kabupaten Klaten industri game mobile sangat tinggi, namun belum ada wadah dengan baik. Sehingga dengan adanya IESPA di Klaten harapannya terwadahi. Yohanes Dwi Atmaja yang akrab dengan panggilan Jojo menambahkan, KORMI Klaten dalam pelaksanaan Kejurda Jateng tahun ini menargetkan para atlet IESPA Klaten mendapatkan medali emas.

Usai dibentuk, IESPA Klaten akan tancap gas mengadakan berbagai kegiatan workshop serta banyak kegiatan edukasi terutama ke dunia pendidikan. Paling tidak akan ikut mengedukasi kepada orang tua dan disekolah bahwa Esports hari ini tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai olahraga berprestasi yang menyenangkan.

“Kita akan adakan berbagai event, termasuk nantinya diikuti klaster Pendidikan atau pelajar. Kita juga bergerak dengan melakukan edukasi serta pemahaman kepada orang tua dan sekolah, bahwa Esports tidak hanya sekedar main game karena hobi, tetapi juga sebagai olahraga berprestasi. Bahkan banyak melahirkan atlet hingga tingkat Nasional,” tegasnya.

Staf Ahli Bupati Klaten Slamet foto bersama Ketua KORMI Provinsi Jateng Edi Purwanto dan pengurus IESPA Klaten usai pelantikan.

Kedepan IESPA Klaten berencana akan melaksanakan liga Esports, yang merupakan bagian dari IESPA untuk support pemain, yang nantinya akan dilakukan pembinaan masuk training camp untuk menjadi atlet. Karena tahun ini tidak hanya melahirkan satu, dua tiga pemain yang pro, tetapi melahirkan tim pemain lapis satu, dua, tiga dan empat. Mengingat kompetisi saat ini cukup banyak, maka setidaknya lima event akan dimainkan dalam kompetisi skala nasional.

Sebagian besar para pemain dari kalangan pelajar hingga umum, dengan rentang umur antara 17 hingga 35 tahun, yang merupakan usia produktif untuk bermain game. Yohanes mengatakan, IESPA akan berupaya penuh, bagaimana caranya membawa brand brand besar untuk bisa tertarik dengan industri yang sudah berjalan di Klaten untuk membuat event dengan kelas nasional. Diharapkan, Pemerintah bisa hadir dan turut memberikan berbagai fasilitas, salah satunya internet yang memadai serta game house bagi para pemain esport di Klaten Jawa Tengah. (Hakim)