SMPN 2 Gantiwarno Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2026, Siswa Giatkan Inovasi dan Peduli Lingkungan
Keterangan Foto: Kepala SMPN 2 Gantiwarno (tengah) Yenni Puspandari saat memberikan keterangan pers program Sekolah Adiwiyata Nasional 2026 didampingi dua orang guru yang hebat.
KLATEN, POSKITA.co – Kepala SMPN 2 Gantiwarno, Klaten, Yenni Puspandari, SPdSi MPd bersama jajarannya berkomitmen siap wujudkan sekolah menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional tahun 2026. Seperti sekolah lainnya, Yenni yang datang ke sekolah lebih awal dibandingkan guru-karyawan dan siswa ini menggelorakan budaya sekolah bersih dan sehat. Juga wujudkan sekolah yang ramah anak dan penuh inovasi siswanya.
Dikatakan, setidaknya ada empat komponen utama dalam program Sekolah Adiwiyata, bahwa penilaian didasarkan pada implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yang meliputi, pertama, kebijakan berwawasan lingkungan. Maksudnya ada komitmen sekolah melalui visi, misi, dan rencana kerja anggaran yang mendukung pelestarian lingkungan. Kedua, adanya kurikulum berbasis lingkungan, yaitu adanya integrasi materi dan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam proses pembelajaran dan mata pelajaran.
Ketiga, adanya aspek kegiatan berbasis partisipatif. Artimya ada aksi nyata yang melibatkan warga sekolah, baik siswa, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar dalam menjaga lingkungan. Dan aspek keempat, adanya pengelolaan sarana dan prasarana. Artinya adanya penyediaan fasilitas yang ramah lingkungan dan mendukung efisiensi sumber daya.
Yenni menambahkan, sekolah juga berusaha melaksanakan adanya enam aspek Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH). Untuk 6 aspek tersebut adalah adanya kebersihan dan sanitasi. Bagimana sekolah bisa menjaga kebersihan lingkungan, toilet, dan saluran air (drainase). Kedua, adanya pengelolaan sampah dengan menerapkan pemilahan, pengurangan, dan pemanfaatan kembali sampah atau terlaksananya program 3R: Reduce, Reuse, Recycle.
“Juga ada aspek konservasi air, konservasi energi, adanya keanekaragaman hayati, serta inovasi sekolah. Tugas berat menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional ini menjadi tantangan tersendiri. Kita berikan semangat budaya kepada para guru, karyawan dan siswa untuk gerakan penghematan penggunaan air dan bisa memanfaatan air hujan. Terkait listrik, kita juga arahkan dan gelorakan penggunaan listrik secara efisien. Siswa juga didorong untuk berkreasi dan berinovasi menciptakan metode atau produk baru yang mendukung kelestarian lingkungan,” jelas Yenni kepada redaksi, Kamis (21/5/2026).
Dalam mendukung program Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional tahun 2026 ini, Yenni tetap optimis melangkah. Setidaknya setiap sekolah yang maju memiliki berbagai program inovasi unggulan dan SMPN 2 Gantiwarno atau Esperoga ini juga memiliki inovasi tersendiri. Setiap kelas memang dipacu untuk raih terbaik dalam kebersihan, keindahan dan kenyamanan ruang kelas.
Sementara itu, Etik Prasetya Unanik, SPd, salah satu guru SMPN 2 Gantiwarno menambahkan, segenap guru, karyawan dan siswa sudah satu komando menyukseskannya. Setelah ada kabar dari undangan dan penunjukan DLH Klaten agar sekolah ini lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional tahun 2026, semua tetap sendiko dawuh dan laksanakan tugas amanah dengan sebaik-baiknya.
“Sekedar diketahui, salah satu contoh pergerakan siswa Esperoga dalam peduli lingkungan, peduli budaya dan wujudkan sekolah ramah anak, adalah dengan mengadakan inspeksi mendadak para guru ke setiap ruang kelas. Para wali kelas juga secara berkesinambungan mendampingi siswa dan memberikan reward atau hadiah kepada siswa yang rajin dalam mewujudkan sekolah yang asri, indah, nyaman dan sehat. Termasuk bagaimana cara mengelola sampah dengan benar,” jelas Etik.
Dikabarkan lagi, Siswa Esperoga telah meraih Juara IV Kategori SMP/MTs Lomba Krenova 2026, yaitu Bianca Aqeela Aurelia, Iqbal Muhammad Yasin, Rehan Adi Pratama dan Elisabeth Donna Aulia Calista. Juara IV ini dalam bidang Energi, Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kesehatan, Obat-obatan dan Kosmetika, Rekayasa Teknologi dan Manufaktur, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi. Prestasi ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan dalam mendukung Sekolah Adiwiyata Nasional. (Hakim)

