Trah KH Abdul Muid Tempursari Halal Bihalal 2026, Siap Lanjutkan Gerakan Thariqoh
Keterangan Foto: Tampak Kiai Syamsudin, Kiai Fatih, Kiai Imam dan Kiai Hafidz, Kasepuhan Trah KH Abdul Muid Tempursari memimpin jalannya kegiatan halal bihalal dengan sederhana dan penuh kekeluargaan.
KLATEN, POSKITA.co – Ratusan keluarga besar trah KH Abdul Muid Tempursari, Ngawen, Klaten, terlihat hadir dalam acara halal bihalal di halaman kediaman Simbah KH Muhammad Sahli di selatan Makam Tempursari, Minggu (29/3/2026) pagi.
Hadir dalam acara ini antara lain Kiai Syamsudin Mustakim (Ngawi), Kiai Khoirul Huda (Solo), Kiai Khoirul Anwar (Sukoharjo), Kiai Fatih Muftaroh (Salatiga), Kiai Nur Salim (Mlangi Sleman), Kiai Imam Mujahid (Purwokerto), Kiai Ahmad Hafidz (Sukoharjo), Kiai Agus Ma’arif (Boyolali), Kiai Mustamir (Al Muayyad Solo) dan kiai lainnya.
Setidaknya ada 300-an keluarga trah KH Abdul Muid yang semasa hidupnya berjuang dalam mensyiarkan Islam lewat thariqoh Syadiziliyah dan Pondok Pesantren. Agenda halal bihalal ini digelar secara bergantian ke putra KH Abdul Muid yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Halal bihalal ini selain menjadi ajang silaturrahmi keluarga, juga reuni keluarga dan saling bermaaf-maafan, mengaku akan kesalahan, saling meminta dan memberi maaf. Selain ada ikrar halal bihalal, juga ada wejangan atau mau’idzoh hasanah yang disampaikan Kiai Ahmad Hafidz dari UIN Raden Mas Said Solo,” ungkap Kiai Khoirul Huda.
Dalam acara ini juga ada pamitan keluarga yang akan budal atau menunaikan ibadah haji, antara lain yang akan budal Kiai Agus, Nyai Nur Hidayah Idris dan Ning Nada Idris. Juga dalam Waktu dekat disampaikan ada keluarga yang akan mantu, seperti Nyai Hj. Dairotul Hasanah Sahli pada pertengahan April 2026 di Banjar.
Kepada redaksi, Kiai Syamsudin Mustakim yang juga penemu metode baca Al Qur’an dengan nama Tarsana atau Tartil, Sari’ dan Naghom, mengharapkan keluarga trah KH Abdul Muid tetap solid dan menjalin komunikasi. Selain itu, terpenting juga melanjutkan atau nguri-uri meneruskan perjuangan Simbah KH Abdul Muid yang bergerak dalam bidang thariqoh.

“Kami sangat berharap keluarga trah KH Abdul Muid, tetap bisa istikomah melaksanakan dawuh atau pesan para guru. Perjuangan Simbah KH Abdul Muid adalah salah satu mursyid thariqoh Syadziliyah, maka segenap trah nantinya bisa melanjutkan perjuangan beliau. Ayo kita lanjutkan syiar agama lewat thariqoh dan mendalami ilmu agama,” pesan Kiai Syamsudin.
Untuk pertemuan halal bihalal trah KH Abdul Muid Tempursari tahun 2027 akan digelar di Pondok Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Laweyan, Solo. Pertemuan halal bihalal keluarga ini memang sangat dinantikan dan biasanya diadakan pada Minggu kedua lebaran dengan lokasi bergantian.
Trah KH Abdul Muid tersebar di berbagai daerah, kadang lokasi di Purwokerto, Purwodadi, Salatiga, Ngawi, Sukoharjo, Solo, dan kota lainnya. Pada prinsipnya, jelas Kiai Syamsudin Mustakim, segenap trah KH Abdul Muid tetap melestarikan semangat nyambung silaturrahmi dan melanjutkan perjuangan syiar Islam Simbah KH Abdul Muid dengan berthariqoh. (Hakim)

