Bus Sugeng Rahayu Kecelakaan di Jembatan Jurug Solo, 4 Orang Luka
SOLO, POSKITA.co – Bus Sugeng Rahayu mengalami kecelakaan di Jembatan Jurug, Solo, Kamis (19/3) dini hari. Sebanyak empat orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk sopir bus dan pengendara sepeda motor.
Kecelakaan diduga terjadi karena sepeda motor berhenti di tengah jembatan, membuat sopir bus banting setir ke kanan dan menabrak pembatas jembatan.
Korban langsung dibawa ke RSUD Dr. Moewardi untuk penanganan medis. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan dan alasan pengendara sepeda motor berhenti di jembatan.
Berdasar informasi, awal mula terjadi kecelakaan diduga ada sepeda motor yang berhenti di tengah jembatan.
Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Solo, Iptu Yuli Nurus Yani, menjelaskan sebelum kecelakaan terjadi, terdapat tiga kendaraan bermotor yang terlibat dalam satu rangkaian kejadian.
“Dari pemeriksaan awal, ada tiga kendaraan. Bus Sugeng Rahayu berada paling belakang. Di depannya ada kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya di lajur kanan, dan di lajur kiri terdapat sepeda motor yang dalam kondisi berhenti,” terangnya mewakili Kanit Gakkum Satlantas Polresta Solo Iptu Vebby Ramadhani.
Motor yang semula berhenti ditengah jalan yakni Honda Beat B 4354 THR yang dikendarai AFP, 24, warga Sukoharjo, berboncengan dengan GAP, 19. Keduanya berhenti di tengah jembatan dengan kondisi kendaraan dalam keadaan mati.
Menurut Yuli, situasi tersebut menjadi faktor pemicu kecelakaan. Saat itu, bus Sugeng Rahayu W 7541 UP yang dikemudikan IT, warga Malang, diduga hendak mendahului kendaraan dari sisi kiri.
“Namun karena di lajur kiri terdapat sepeda motor yang berhenti, sopir bus banting setir ke kanan untuk menghindar. Akhirnya kehilangan kendali dan menabrak pembatas jembatan,” jelasnya.
Benturan keras membuat bagian depan bus mengalami kerusakan parah, terutama di sisi pengemudi. Beruntung, kendaraan yang berada di depan bus tidak ikut tertabrak karena sopir masih sempat menghindar.
Dalam kejadian tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka terdiri dari sopir bus, satu penumpang bus berinisial S,64, warga Wonogiri, serta dua pengendara sepeda motor.
“Seluruh korban langsung dibawa ke RSUD Dr. Moewardi untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisinya rata-rata luka ringan,” imbuh Yuli.
Terkait dugaan awal adanya aksi ugal-ugalan atau sopir mengantuk, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan mengarah ke faktor tersebut. “Untuk dugaan sopir ugal-ugalan atau mengantuk, masih dalam proses penyelidikan. Kami akan melihat dari keterangan saksi maupun bukti di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, polisi juga masih mendalami alasan pengendara sepeda motor berhenti di tengah jembatan. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan, mengingat jembatan bukan tempat untuk berhenti.
“Seharusnya di jembatan tidak boleh berhenti. Itu sangat berisiko. Namun untuk alasan pasti, kami masih menunggu kondisi pengendara membaik untuk dilakukan klarifikasi,” paparnya.
Saat ini, bus Sugeng Rahayu telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polresta Surakarta di kawasan Pedaringan sebagai barang bukti. (**)
Tanto

