Imlek, Menjadi Pribadi yang Kuat dan Bijaksana

Spread the love

Semarang, Poskita.co

Perayaan tahun baru Imlek saat ini tidak hanya dirayakan komunitas orang Tionghoa/Cina namun sudah melebur di berbagai kalangan. Begitulah yang dilakukan oleh keluarga besar TK/SD Panngudi Luhur (PL) Bernardus dan SMP PL Domenico Savio Semarang merayakan Imlek dengan pentas Barongsay dan Liong dari Sasana Naga Damai, Jumat (20/1/23).
Penampilan Barongsay dan Liong dibagi dalam dua sessi, pukul 08.30 di lapangan SD Bernardus dan 10.30 di lapangan SMP Domsav. Semua siswa TK, SD dan SMP hampir mengenakan baju/rok nuangsa merah. Ibarat arena pentas penuh nuansa merah. Keceriaan dan kegembiraan para siswa tampak sekali dengan kehadiran barongsay di kompleks tersebut sambal memperikan amplop merah/angpaow kepada 3 (tiga) Barongsay yang tampil.
Bila siswa SMP tetap pembelajaran biasa, hanya saat pentas Barongsay dan Lion bersama-sama menonton. Untuk SD benar-benar di kemas dengan berbagai acara mulai menyanyi lagu-lagu mandarin, modern dance, penampilan wushu dan fashion show imlek.


Seprti dikatakan Dominicus Bayu Bimo Bintoro sesuai dengan tradisi china, bahwa dengan kehadiran barongsai yang melambangkan keberanian dan kekuatan serta liong melambangkan kebijaksanaan. “Sekolah berharap bahwa siswa yang sekolah di SD PL Bernardus menjadi pribadi yang berani, kuat, dan bijaksana dalam menghadapi setiap tantangan yang ada,” ucapnya
Sedangkan untuk acara fashion shor anak-anak diwajibkan ikut. Kegiatan ini mempunyai maksud bahwa siswa sekolah dapat membangun kepercayaan diri. “ setiap siswa supaya berani tampil di depan orang banyak,” pungkas guru kelas dua SD Bernardus ini.
Dari pengamatan Leonardo Purnawan sebagai waka Kesiswaan SMP PLDomsav, para siswa/I SMP antusias melihat atraksi yang sudah lama tak dilihat karena pandemi covid-19. Hakekatnya atraksi barongsai merupakan tradisi leluhur dari Tionghoa dan kita ikut lestarikan sebagai salah satu kearifan lokal di sekolah. “ Penampilan Barongsay dan Liong tetap menjaga dan melestarikan kearifan lokal, diharapkan kebhinekaan dan toleransi budaya dapat dipahami serta dapat membentuk karakter siswa yang kuat sebagai domsavian,”kata guru matematika ini.
Sedangan kesan Petra salah satu siswa SMP Domsav. Bahwa menurutnya pentas barongsay dan liong ini termasuk pengalaman berkesan karena bisa menonton dengan Domsavian lainnya. Namun sayangnya tidak ada acara bersama atau event untuk perayaan Imlek ini.***
Cosmas/*