Jalan Solo-Sragen Rawan Laka, 70 Lampu Belum Dipasang

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Penerangan jalan Solo -Sragen menjadi perhatian serius menjelang persiapan arus mudik. Pasalnya 70 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) belum juga terpasang. Dikuatirkan akan rentan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dampak dari perbaikan jalan Solo-Sragen, lampu trafic light juga mati.

Hal itu menjadi salah satu kendala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen dalam mengantisipasi pengamanan arus mudik. Kepala Dishub Kabupaten Sragen Catur Sarjanto yang menjadi perhatian dari Dishub Sragen yakni penerangan jalan dan rambu keselamatan di Jalan Provinsi Solo-Sragen. Pihaknya menyayangkan terkait rambu trafic light yang ada di Nguwer sampai saat ini belum terpasang.

”Ada 4 trafic light yang diperlukan untuk keselamatan, yakni di Masaran, Nguwer, Kauman akses ke Stasiun dan Pungkruk, dua diusulkan yakni arah stasiun masaran dan Masaran. Itu tanggungjawab pusat, karena jalan nasional,” ujarnya.

Sedangkan soal lampu penerangan jalan, dia mendesak agar dipasang secepatnya. Tidak usah menunggu selesai lebaran karena jalur tersebut juga digunakan untuk arus mudik. ”Kami minta secepatnya, kan ada pagunya. Kalau tidak segera dipasang potensi terjadinya kecelakaan juga semakin tinggi,” selorohnya.

Catur menyebut untuk pemasangan lampu penerangan jalan masih menjadi tanggungjawab dari pemborong pekerjaan jalan nasional itu. Dia mendapat informasi, saat ini baru proses pemesanan barang. ”Kita oyak terus. Kalau lampu pada 70 an titik belum terpasang sama sekali. Kenapa nggak dari dulu, padahal sudah setahun lebih. Itu harusnya sudah memperkirakan,” ujarnya.

Dia menjelaskan sudah ada komunikasi dengan PPK untuk segera dipasang. Namun penjelasannya hanya selalu masih dalam proses dan menjanjikan sesegera mungkin. Dishub Sragen berharap untuk lampu penerangan jalan dan trafic light segera terpasang sebelum arus mudik. Karena lampu sangat berpengaruh pada keselamatan. Sejauh ini sudah ada beberapa kejadian kecelakaan akibat penerangan jalan yang minim.

Lanjut Catur, secara keseluruhan Dishub sudah mulai proses pemetaan jalur mudik.

Selain itu, dilakukan pemetaan masalah dan evaluasi penyebab masalah. Seperti sedang dilakukan pembangunan jalan dan potensi rawan bencana. Semisal banjir, longsor ataupun rawan kecelakaan. ”Setelah terpetakan, kita cari solusi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Sementara dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak memberi respon saat dihubungi terkait pemasangan lampu jalan tersebut. (Cartens)