Disdik Klaten Uji Petik Siswa-Guru dalam PTM, 130 Dinyatakan Negatif

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Sebanyak 130 siswa dan guru SMP di Klaten mengikuti tes swab antigen dalam rangka deteksi dini dalam perkembangan pembelajaran tatap muka (PTM), Rabu pagi (22/9/2021). Langkah ini untuk melihat perkembangan ada tidaknya siswa dan guru yang terkonfirmasi dalam uji coba PTM.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Dr. Wardani Sugiyanto, MPd membenarkan adanya tes swab ini. Dan langkah ini merupakan uji petik siswa dan guru selama proses uji coba PTM yang sudah diadakan selama dua mingguan ini.

“Dari hasil uji petik tes swab antigen yang langsung bisa diketahui, dari 130 peserta uji petik, semuanya negatif. Tidak ada yang positif dan PTM bisa dilanjutkan,” ungkap Wardani saat ditanya wartawan di sela-sela acara pelantikan Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Klaten di Hotel Grand Tjokro, Rabu siang (22/8).

Ada 112 siswa dan 18 guru yang ikut uji petik tes swab antigen. Saat masuk sekolah, sebelum masuk ruang kelas, siswa diukur suhu badan dan cuci tangan. Setelah itu duduk di kursi yang disediakan sekolah dan dites swab antigen oleh tenaga kesehatan Puskesmas setempat.

Dalam uji petik ini ada 12 SMP yang mengikuti, yaitu SMPN 1 Karangdowo (10 anak, 2 guru), SMPN 2 Manisrenggo (10 anak), SMPN 1 Kebonarum (11 anak, 1 guru), SMPN 1 Cawas (10 anak, 2 guru), SMPN 3 Gantiwarno (5 anak), SMPN 2 Jogonalan (10 anak, 2 guru), SMPN 1 Wonosari (8 anak, 2 guru), SMPN 1 Kemalang (8 anak, 2 guru), SMPN 1 Pedan (10 anak, 2 guru), SMPN 1 Polanharjo (10 anak, 1 guru), SMPN 1 Kalikotes (10 anak, 2 guru), dan SMPN 3 Klaten (10 anak, 2 guru).

“Kita harapkan dengan uji petik ini akan semakin memotivasi anak dan guru dalam kegiatan PTM. Rasa percaya diri dan semangat belajar era pandemi ini harus tetap dihidupkan. Uji petik ini bisa sukses berkat kerjasama yang baik antara Disdik dengan Dinkes dan Tim Gugus Tugas Covid-19,” jelasnya.

Wardani juga menambahkan, Disdik Klaten ke depan juga akan mempersiapkan proses peningkatan mutu pendidikan sesuai IOT atau Internet of Thing. Termasuk bagaimana kecanggihan era digital juga bisa diakses dalam PTM.

“Misalnya para pengawas SD, SMP, SMA atau SMK bisa memantau pembelajaran lewat digital. Sekolah-bisa didukung akses wifi dan ada CCTV untuk pantauan jarak jarak. Ini akses digital era IOT yang menjadi tantangan bersama,” ujar Wardani. (Kim)

Caption Foto HL:
Kepala Disdik Klaten Dr. Wardani Sugiyanto, MPd saat diwawancarai wartawan di Hotel Grand Tjokro, Rabu siang (22/9).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *