Realisasi Etika Pergaulan dengan Teman Sebaya Selama Pandemi

Spread the love

Oleh: Asri Asih, S.Pd.
Mengajar Bimbingan dan Konseling. Kelas VIII, SMP Negeri 1 Lendah Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo Propinsi DIY

Pembelajaran online umumnya dilakukan melalui komputer, laptop, handphone yang terkoneksi dengan internet. Guru menyampaikan materi melalui beberapa aplikasi seperti zoom, telegram, google classroom, google meet, edlink, edmodo, youtube, dan lain-lain. Ada beberapa tujuan penggunaan e-learning. Pertama, meningkatkan kualitas belajar peserta didik, kedua mengubah budaya mengajar guru, ketiga, mengubah pembelajaran pasif menjadi budaya belajar aktif, sehingga terbentuk pembelajaran mandiri. Keempat, memperluas basis dan kesempatan belajar oleh masyarakat. Kelima, mengembangkan dan memperluas produk dan layanan baru. Meski positif dan bisa mencegah penyebaran virus covid-19, pembelajaran online tidak semulus harapan semua guru. Banyak masalah yang datang, mulai dari masalah sinyal, pulsa, pemahaman yang lemah, dan kurangnya semangat/motivasi siswa dalam pembelajaran online. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, berbagai upaya telah dilakukan, yaitu dengan meningkatkan motivasi belajar. Dari segi belajar siswa, siswa akan berhasil jika ada kemauan dalam dirinya untuk belajar dan keinginan atau dorongan untuk belajar karena dengan adanya peningkatan motivasi belajar siswa akan tergerak, terarah pada sikap dan perilaku siswa dalam belajar. Selain proses belajar mengajar, evaluasi juga harus diperhatikan (Suwarto, 2017).
Layanan bimbingan konseling didasarkan pada kenyataan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan atau keahlian yang dimilikinya yang dapat dikembangkan secara optimal. Perkembangan yang optimal tidak sebatas pada kemampuan intelektual saja, tetapi ada kemampuan lain yang dimiliki siswa, baik bakat dari bidang non intelektual seperti kegiatan olahraga yang dapat dimaksimalkan atau dioptimalkan untuk potensi siswa tersebut. Layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya profesional untuk membantu siswa dalam membina kondisi seperti yang diharapkan dan mampu menghadapi masalah yang dialami siswa. Banyak kasus siswa yang mengalami kurang motivasi dalam belajar dibuktikan dengan seringnya siswa tidak mengerjakan atau menumpulkan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran.
Dalam mengatasi siswa yang motivasi belajarnya rendah, diperlukan pendekatan yang tepat, sehingga model pendekatan konseling yang digunakan harus mampu menghilangkan perilaku buruk. Salah satu layanan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah melalui layanan bimbingan klasikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui etika bergaul siswa dengan teman sebaya selama pembelajaran online melalui bimbingan klasikal yang dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling di Kelas VIII SMP N 1 Lendah. Etika sosial teman sebaya merupakan bagian dari komponen pelayanan dasar yang bertujuan menyadarkan siswa akan pentingnya etika sosial. dengan teman sebaya dan dapat menerapkan etika yang baik dalam kehidupan. Etika bergaul dengan teman sebaya cocok bagi siswa kelas VIII.
Referensi yang digunakan adalah dengan merujuk pada situs channel google dan youtube terpercaya kemudian dimodifikasi menjadi bentuk PowerPoint dan video. Penanganan pembelajaran bagi siswa dilakukan dengan mengelola kelas secara online dengan baik dan membangun pembelajaran bimbingan klasikal yang interaktif dan menarik sehingga memicu pemahaman yang tinggi dari para peserta. pendidikan, pembinaan merupakan upaya optimalisasi pencapaian perkembangan individu berupa langkah-langkah konkrit pencegahan sebelum kasus yang ditakuti muncul.
Etika sosial adalah sopan santun dalam pergaulan yang mengikuti situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma yang berlaku, norma agama, kesusilaan, adat istiadat, hukum, dan lain-lain. Etika adalah sikap seperti tata krama atau aturan lain yang mengatur hubungan antar kelompok manusia yang beradab dalam suatu pergaulan. Kita semua manusia disebut sebagai makhluk sosial dan makhluk individu. Jadi, meskipun kita semua mengutamakan dan mengutamakan kebutuhan pribadi kita, kita tetap membutuhkan dan membutuhkan orang lain, untuk mewujudkan tujuan yang kita butuhkan. Agar terjalin hubungan yang harmonis, perlu pembinaan dari sekarang agar nantinya tercipta hubungan yang harmonis, serasi, dan seimbang, jauh dari konflik dan permusuhan yang dinilai oleh masyarakat.
Ada beberapa cara untuk membangun hubungan baik (bergaul) dengan sesama teman, antara lain belajar menghargai apa yang setiap orang ingin dihormati, baik dia orang berpangkat atau tidak, miskin atau kaya, sesama agama atau tidak seagama. , sesama suku atau tidak, semua ingin dihargai secara proporsional. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mau menghargai orang lain. Padahal menghormati orang lain bukan berarti memberikan sesuatu yang sangat berharga. Misalnya menghargai pendapat orang lain. Hal ini sangat penting dilakukan dalam membangun hubungan yang baik. Jika kita tidak ingin menghormati orang lain, jangan berharap orang lain menghormati kita. Belajar menghargai, artinya setiap orang selalu ingin dihargai. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghormati orang lain karena kebetulan memiliki pangkat atau jabatan. Kita perlu menghormati orang, bahkan orang seusia kita ketika kita melihat orang lain melakukan sesuatu yang baik. Dengan kata lain, ciptakan suasana saling menghormati di antara kita, Memiliki sikap pengertian, Ingin memberi pujian, Ingin memotivasi, Jangan terlalu banyak bercanda, Lakukan hal-hal yang dapat menjaga persahabatan, Jangan pernah mengkhianati kepercayaan kita. teman-teman.
Tahapan bimbingan klasikal saat online masih dapat dilakukan dimulai dengan pernyataan tujuan, konselor menyampaikan kepada siswa, dilanjutkan dengan berdoa sebelum memulai kegiatan, menyampaikan tujuan yang ingin dicapai. Guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan, tugas, dan tanggung jawab siswa selama bimbingan, siswa dituntut aktif selama pelaksanaan bimbingan klasikal, membentuk kelompok, mendiskusikan topik materi dengan anggota. Tahap transisi (transisi) Siswa memperhatikan materi yang telah diberikan melalui media powerpoint dan video, membentuk kelompok. Menentukan judul drama dan pembagian peran masing-masing anggota, Mengisi lembar evaluasi pelaksanaan bimbingan klasikal. Guru BK menyampaikan materi dengan baik, memberikan kesempatan kepada siswa dalam sesi tanya jawab, memberikan waktu kepada setiap kelompok untuk menyampaikan drama, memberikan kesimpulan dari materi yang telah disampaikan. Kegiatan ditutup dengan guru BK memberikan penguatan. Proses evaluasi dalam pelaksanaan pelayanan merupakan evaluasi terhadap proses dan hasil, evaluasi proses ini dilakukan oleh guru BK selama proses pelayanan. Pemberian layanan bimbingan klasikal dengan topik etika peer-to-peer dilakukan di kelas VIII SMP N 1 Lendah Kulon Progo. Dan dengan layanan bimbingan ini, Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang etika dalam hubungan.
Editor: Cosmas