Pasar Basin Disemprot Disinfektan, Pedagangnya Diswab Antigen

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Sekitar 9 orang pedagang Pasar Basin, Kecamatan Kebonarum, Klaten, mengikuti tes swab antigen di Puskesmas Kebonarum pasca ada satu pedagang pasar Basin, inisial Sri, terkonfirmasi Covid-19, Kamis pagi (10/6/2021).

Antisipasi satu pedagang dinyatakan positif lewat tes swab antigen di RS Pantirini Jogjakarta, Senin (7/6), pasar Basin tutup atau dilockdown selama tiga hari, Kamis-Sabtu (10-12/6). Ratusan pedagang hanya pasrah menutup kios atau lapaknya demi keselamatan bersama.

Selain para pedagang yang dites swab antigen di Puskesmas Kebonarum, tampak pula beberapa ibu hamil ikut diswab (kepentingan lain, bukan kasus pasar Basin). Camat Kebonarum H. Mudzakir, SE MM bersama Kasi Trantib Hery Susila, SIP juga ikut pantau jalannya tes swab antigen ini.

“Jadi Kamis pagi ini (10/6), kita awali dengan penyemprotan disinfektan di pasar Basin dan dilanjutkan ada tes swab antigen di Puskesmas Kebonarum kepada para pedagang yang kontak erat kasus pasar Basin,” jelas Mudzakir.

Dikatakan pula, bagi pedagang atau keluarga yang enggan tes swab antigen di Puskesmas, maka petugas akan mendatangi rumah pedagang. Dengan ditutup sementara pasar Basin ini, harap Mudzakir, para pedagang bisa menjaga kesehatan dengan baik di rumah.

Pasar Basin sekitar pertengahan tahun 2020 juga pernah dilockdown gara-gara ada pedagang pasar tersebut yang terkonfirmasi Covid-19. Selama tiga hari pasar Basin ditutup dan tampaknya para pedagang tetap mendukung upaya pencegahan penyebaran virus berbahaya ini dengan menutup lapak atau kios mereka sementara waktu.

Camat Mudzakir didampingi Danramil Sukarman dan Kapolsek Suyadi sharing ide dengan keluarga pedagang di aula setempat, Kamis pagi (10/6).

Kepada wartawan, Camat Mudzakir memberikan klarifikasi, kalau pedagang berinisial Sri asal Basin bersama rombongan, termasuk Endang dan lainnya, berlibur di Gembiroloka Jogjakarta tiga minggu sebelum Sri sakit. Bukan pada Minggu lalu (6/6) rekreasi ke Gembirolokanya.

“Jadi Sri bersama rombongan rekreasi ke Gembiroloka sekitar tanggal 23 Mei 2021. Dan dugaan Sri terkonfirmasi Covid-19 karena klaster pasar. Hasil tes swab antigen positif dan saat ini masih menunggu hasil tes PCR di RS daerah Jogjakarta,” ungkapnya.

Saat ditemui wartawan, Camat Mudzakir sedang berkoordinasi dengan Kapolsek Kebonarum AKP Suyadi dan Danramil 06/Kebonarum Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Sukarman. Mereka bertiga sedang sharing ide pula seputar kronologi bersama keluarga pedagang terkait klarifikasi waktu rekreasi ke Gembiroloka.

“Kami hanya ingin klarifikasi saja dengan Muspika Kebonarum, bahwa keluarga rekreasi itu udah tiga minggu lalu bulan Mei, bukan minggu kemarin rekreasinya ke Gembiroloka,” ujar warga yang tak mau disebutkan namanya. (Kim)

Caption Foto HL:
Camat Kebonarum Mudzakir monitor proses tes swab antigen di Puskesmas Kebonarum, Kamis pagi (10/6).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *