Masa Pandemi, Wujudkan Target RBB 2021 Berbasis Coaching

Spread the love

Wonogiri, Poskita.co – Dalam rangka membangun teamwork yang unggul agar bisa mewujudkan target Rencana Bisnis BPR (RBB) 2021, Jumat dan Sabtu (9-10/10-2020) PT BPR BKK Wonogiri (PERSERODA) menggelar workshop di Tosan Hotel Solo Baru.

Direktur Umum dan Kepatuhan, Sarti, SE, MM, menjelaskan workshop diikuti 30 peserta terdiri dari Ketua SKAI, Auditor, Kabid, Pemimpin KPO, Kasi, Pinca, Kasubid, Staf TI dan Legal. Menghadirkan fasilitator workshop Direktur Amalia Consulting, Suharno.

Dalam sambutan pembukaan workshop Direktur Utama, Sucipto, SE, memaparkan kondisi lembaga keuangan, termasuk BPR pada masa pandemi covid-19, memasuki masa sulit, penuh tantangan. Dunia usaha mengalami kelesuan akibat lemahnya daya beli. Hal ini berdampak pada penghimpunan dana dan penyaluran kredit, serta kenaikkan kredit bermasalah (NPL).

” Dalam kondisi yang demikian kita harus tetap produktif dan kinerja harus meningkat agar target RBB 2021 dapat terwujud. Ada dua kata kunci agar tetap eksis dan berkembang di tahun depan kuasai Informasi Tehnologi (IT) dan memiliki teamwork handal, solid dan unggul yang cepat merespon perubahan yang sangat cepat, “paparnya.

Lebih lanjut, Sucipto, berharap workshop selama dua hari bisa digunakan sebagai sarana dan bekal penyusunan RBB 2021 yang adaptif yang mampu mengantisipasi perubahan lingkungan.

Sementara itu, Dewan Pengawas PT BPR BKK Wonogiri, Edhy Tri Hadyanto, S.Sos, MSi, menyatakan bahwa membangun team yang unggul sulit tercapai bila, masing-masing anggota team tidak memahami tujuan yang hendak dicapai dan kualitas anggota team tidak memiliki standar yang setara.

” Kami berharap setelah mengikuti workshop kita semua memiliki arah dan tujuan yang sama. Teamwork memiliki budaya kerja yang setara. Saling bisa menghargai dan mengapresiasi satu dengan yang lain. Saling bisa mengandalkan dan diandalkan. Bisa mengelola konflik secara profesional menjadi sebuah kekuatan, ” ungkapnya.

Fasilitator workshop, Suharno, dalam paparannya yang disampaikan secara atraktif dan komunikatif, menyampaikan bahwa menghadapi era milenial, era digital dan masa pandemi covid-19 organisasi bisnis harus merubah pola dan gaya kepemimpinan. Tidak ada lagi hubungan atasan dan bawahan yang bersifat sentralistik dan feodal. Hubungan kerja dibangun dengan kesetaraan. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah tugas, pokok dan fungsi (tupoksi).

” Pola komunikasi dan gaya kepemimpinan yang cocok untuk kondisi saat ini berbasis coaching. Dengan menerapkan prinsip-prinsip coaching potensi personal dan profesional masing-masing individu akan bisa berkembang secara optimal. Bekerja tanpa tekanan. Bekerja dilakukan penuh kesadaran diri. Suasana kerja menjadi lebih nyaman penuh kebahagiaan, ” tandasnya.

Workshop pada hari ini akan dilanjutkan dengan simulasi penerapan coaching dan pengendalian internal dari dewan pengawas serta pengarahan dari biro perekonomian provinsi Jawa Tengah.

Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *