Drone UMM Bantu Semprot Disinfektan di Sragen

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Pemerintah Kabupaten Sragen serius dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. Salah satunya dengan menggandeng Akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyemprotan disinfektan menggunakan pesawat tanpa awak Sabtu (28/3).

Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan UMM David Hermawan menyampaikan kegiatan ini bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Lantas Sragen menjadi salah satu kabupaten yang dibantu UMM lantaran keseriusan pimpinan daerah Sragen untuk penanggulangan Covid-19.

Dia menilai jajaran pemkab Sragen sangat peduli, namun masyarakat juga harus disiplin dalam mengatasi wabah covid-19 ini. ”Bupati dan jajarannya sangat antisipatif bagaimana jangan merebaknya wabah ini. Sebenarnya kondisi di Jawa Timur banyak permintaan. Tapi karena responsif pimpinan daerah, kami dahulukan ke sini,” bebernya.

David menjelaskan pada kesempatan ini membawa dua drone yang sebenarnya difungsikan untuk penyemprotan pertanian. Namun bisa dimanfaatkan untuk penyemprotan disinfektan. Satu drone SRI 1 mampu membawa air dengan kapasitas 25 liter. Sedangkan drone SRI 2 mampu membawa cairan dengan kapasitas 10 liter.

Sementara Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM Wahono menambahkan lokasi sasaran spraying disasarkan lokasi yang rentan didatangi banyak masyarakat. ”Drone ini jangkuan kontrol bisa sampai 3 km. Mungkin di sini hanya menjangkau radius 1 km,” bebernya.

Lantas Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto memproyeksikan sejumlah lokasi untuk dilakukan penyemprotan. Di antaranya, Lingkungan Kantor Pemkab Sragen, Pasar Kota, Pasar Bunder, Pasar Nglangon dan RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Karena lokasi itu rentan dan banyak disinggahi masyarakat.

”Terimakasih atas cepatnya respon UMM setelah ada permintaan dari Ibu Bupati terkait penanggulangan covid-19 ini. Dalam tempo 3 hari sudah hadir kemari,” ungkapnya.

Sekda menyampaikan sudah memberitahu pada warga pasar sebelumnya. Namun acara ini mendadak dan pedagang di pasar juga harus action dan tanggap menghadapi wabah covid-19.

Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono menegaskan kondisi saat ini membutuhkan kedisiplinan masyarakat untuk menjaga jarak dengan orang lain. ”Kita harus disiplin, tidak boleh takut tapi ini perang. Karena lawan kita itu tidak terlihat,” ujarnya.

Dia mengingatkan menjaga jarak sangat perlu karena bisa saja yang berada di dekat meski tampak sehat namun membawa virus. Jadi harus menjaga diri sendiri dan orang lain,” ujarnya. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *