Keliling Jadi Relawan Sosialisasi Bahaya Corona

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Penanggulangan dan pencegahan wabah virus corona tak sebatas dilakukan pemerintah maupun tim medis. Namun pencegahan covid-19 juga dilakukan para relawan seperti di Sragen. Beberapa orang rela keliling kecamatan maupun desa dengan cara sosialisasi pakai loudspeaker pencegahan wabah corona. Tri Hartono tokoh masyarakat Desa Toyogo, Sambungmacan, ini rela berkeliling wilayah Sragen untuk suarakan bahaya Corona.

“Kami sudah keliling 9 kecamatan sosialisasi bahaya corona dan pencegahannya. Sosialisasi itu dengan memasang loudspeaker di atas mobil dan setiap ada kerumunan berhenti untuk ajak warga bahaya corona,” tutur Tri Hartono.

Diceritakan Hartono, tempat kerumunan seperti pasar dirinya berhenti dan teriakan bahaya dan pencegahan corona. Sejumlah kecamatan yang dia datangi seperti Tangen, Gesi, Jenar, Sambungmacan, Gondang, Sragen kota, Ngrampal.

Apa yang dilakukannya merupakan inisiatif sendiri, karena merasa prihatin dengan korban virus corona yang berjatuhan. Selain itu dirinya mencoba membantu dan meringankan tugas tim medis yang bertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan para korban virus corona.

“Hanya dengan cara berkeliling ini, salah satu harapan saya bisa membantu tim medis khususnya maupun pemerintah dalam penanggulangan bencana corona,” tutur Hartono. Bahkan saat ada kerumunan di desanya, kata Hartono, dia berikan sosialisasi untuk tidak ada kegiatan apapun yang mengumpulkan massa.

Sementara itu, Pemkab Sragen melakukan penyemprotan disinfektan secara masal sebagai upaya mencegah penularan virus Corona, Jumat (27/3). Penyemprotan tidak hanya dilakukan di pusat kota, namun sampai seluruh sudut wilayah kabupaten Sragen dengan partisipasi masyarakat.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan berkeliling di sejumlah lokasi untuk melihat proses penyemprotan serentak. Dia menyampaikan sejauh ini masyarakat cukup sadar dan mawas diri akan penularan covid-19.

”Jadi saya lihat cukup paham masyarakat dengan menyemprot sendiri rumahnya dengan disinfektan yang dimiliki. Kita dorong terus masyarakat untuk mandiri,” terangnya. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *