Pembangunan Infrastruktur Tak Berimbas Kesejahteraan

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen menerima audiensi dari Aliansi Pergerakan Sragen (APS) terkait dampak pembangunan infrastruktur Rabu (29/1). Pembangunan infrastruktur yang gencar dinilai belum menghasilkan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi.

Perwakilan peserta Audiensi, Andang Basuki, menekankan sejumlah infrastuktur di Sragen banyak yang dikerjakan oleh pelaksana dari luar. Namun pada akhirnya meninggalkan banyak masalah. Seperti putus kontrak dan tidak rampung tepat waktu.

Ditambah lagi kualitas yang patut dipertanyakan. ”Kita sangat kecewa, bahwasanya infrastruktur terkesan pembiaran sampai batas waktu tidak jadi, kita melihat ada pembiaran,” keluhnya.

Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas) ini menilai dampaknya sangat luas jika pekerjaan tidak selesai. Lantas juga berdampak bagi ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. ”Anggaran yang besar, tidak optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Andang menyampaikan pembangunan infrastruktur yang tidak punya efek domino bagi peningkatan ekonomi. Meski anggaran Rp 200 miliar digelontorkan untuk pembangunan. ”Tidak ada efeknya karena yang mengerjakan dari luar Sragen. Kalau digarap orang lokal dan punya dampak domino secara ekonomi saya rasa lebih baik,” tegasnya.

Sementara peserta audiensi lainnya, Budi Setyo, menilai harus ada perbaikan sistem dari dinas terkait sehingga pembangunan infrastruktur dapat optimal. Selain itu perlu ada evaluasi dari bupati terkait kinerja dinas terkait. ”Program kepala daerah mensejahterakan dan menekan kemiskinan, tapi kepala dinas belum bisa mengaplikasikan kemauan bupati,” keluhnya.

Jika tidak ada perbaikan, masalah serupa rentan terjadi pada pekerjaan fisik 2020. Sehingga pengguna anggaran perlu di evaluasi dan disanksi terkait ketidakmampuannya. ”Saya anggap ini wanprestasi, kalau mau memperbaiki sistem mungkin tidak terulang,” terangnya.

Sementara, ketua DPRD Sragen, Suparno, menyambut masukan dari pelaku pergerakan di Sragen dengan positif. ”Terima kasih dalam membantu pengawasan untuk kabupaten Sragen yang lebih baik. Soal yang sudah disampaikan akan kami bahas masukannya,” tuturnya. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *