Ribuan Lampion Sambut Imlek

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Tradisi memasang lampion di Kota Solo, Jawa Tengah menyambut Tahun Baru Imlek mencapai ribuan buah. Kali ini ribuan lampion menghiasi sepanjang Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) dan kawasan Pasar Gede di Solo, Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Panitia Bersama Imlek Kota Solo yang diketuai oleh Sumartono Hadinoto.

“Ada sekitar 5.000 lampion yang dipasang di sana. Kita juga sudah koordinasi dengan PLN untuk menyalakan lampion-lampion itu,” kata Sumartono Hadinoto di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/1/2019).

Lebih lanjut, lampion ini ditemani oleh 12 lampion shio, neon box 12 shio, lampion shio Babi, lampion dewa rejeki dan lampion punakawan. Lampion-lampion itu menyala hingga 28 Februari 2019 atau berlangsung satu bulan. Bahkan tak tanggung-tanggung memakan listrik puluhan ribuan watt yang harus memakan pajak ke PLN sebesar Rp 50 juta per bulan.

“Ini berdampak ekonomis bagi masyarakat Solo dan menjadi branding sekaligus mendatangkan wisatawan ke Solo. Di mana Solo sebagai kota majemuk dan mencerminkan Kebhinnekaan,” jelas dia.

Kemudian lampion terpasang menyerupai tirai berjajar di atas jembatan Kali Pepe, di langit-langit Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan RE Martadinata dan mirip jaring laba-laba di tugu jam depan Pasar Gede. Lampion-lampion identik dengan warna merah itu dipasang untuk menyambut tahun baru Imlek 2570/2019.

Rekaya Lokasi
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Ari Wibowo, menyampaikan Jalan Jenderal Sudirman masih perbaikan. Dengan demikian lampion shio yang biasanya terpasang di kawasan itu akan dipindahkan ke halaman Balai Kota. Mengantisipasi banyaknya warga yang berswafoto di kawasan Jalan Jensud maupun Pasar Gede pihaknya menerjunkan personel untuk membantu pelayanan pengaturan dan pengendalian lalu lintas (P3L).

“Karena masih perbaikan (Jalan Jensud) kemungkinan lampion-lampion shio akan dipindah dan dipasang di Balai Kota,” kata Ari. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Jaring lampion di tugu jam pasar Gede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *