1.000 Pincuk Tengkleng Ludes Diserbu Pengunjung Festival

Spread the love

SOLO, Poskita- Seribuan pincuk tengkleng yang disiapkan dalam acara Festival Ragam Pasar Tradisional yang digelar di Beteng Vastenburg, ludes dalam waktu singkat, pada Sabtu (23/9).

Penyajian kuliner tengkleng salah satu yang menarik bagi para pengunjung. Begitu disajikan dengan cepat diserbu seribuan pengunjung. Momentum pembagian 1.000 porsi tengkleng gratis bagi pengunjung festival tersebut sejak lama ditunggu oleh pengunjung.

Begitu waktu menunjukkan pukul 12.00, saat panitia mulai menata seribuan porsi tengkleng yang akan dibagikan, membuat daya tarik bagi para pengunjung.

Menjelang pukul 13.00, bagi-bagi tengkleng gratis mulai diberikan kepada para pengunjung.
Sesuai temanya, panitia membawa tengkleng yang dimasak para penjual tengkleng di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo.

Meski suasana panas, hal itu tidak membuat para pengunjung tak beranjak dan tetap mengantri untuk mendapatkan satu pincuk tengkleng lengkap dengan nasi.

Namun sayang, diantara pengunjung hanya mendapatkan satu pincuk tengkleng tanpa nasi. “Lumayan mas, meski saya ikut antri di bagian belakang, namun saya masih dapat bagian tengklengnya,” kata Ari (37) warga Pajang, Laweyan kepada Poskita.

Para pengunjung dengan sabar menunggu giliran menikmati tengkleng gratis dengan menukarkan satu kupon yang mereka dapatkan.

Penyajian tengkleng sebagai salah satu ikon Kota Solo sebagai wisata kuliner ersebut langsung ludes hanya dalam hitungan menit.

“Tengkleng menjadi ikon kuliner Kota Solo. Dengab event ini, kami berusaha untuk menyajikan bagi-bagi tengkleng gratis bagi pengunjung,” jelas Ketua Panitia Penyelenggara, Daryono, di sela kegiatan festival.

Ditambahkab Daryono, agenda bagi-bagi tengkleng kali ini sebagai upaya untuk memberikan daya tarik bagi pengunjung. Meski tanpa acara bagi tengkleng gratis, animo masyarakat sudah cukup tinggi dalam penyelenggaran festival kuliner pasar tradisional yang baru diadakan kali pertama ini.

Sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagyo mengapresiasi atas animo masyarakat yang antusias melihat event kali ini.

“Kegiatan ini salah satu upaya dalam menghidupkan kembali keberadaan pasar tradisional. Dan bag-bagi tengkleng gratis menjadi daya tarik bagi pengunjung festival,” paparnya. (gito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *