Ziarah Makam Pak Harto, Panglima TNI Singgung Pemutaran Film G30 S PKI

Spread the love

KARANGANYAR – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melakukan ziarah ke makam almarhum mantan Presiden RI ke 2 Soeharto.

Gatot yang didampingi Kasal Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tiba di astana Giribangun sekira pukul 8.15 WIB. Setibannya di makam mantan penguasa orde baru itu, disambut perwakilan keluarga Soeharto, Ari Sigit.

Pantauan, setibannya di Astana, upacara militer untuk menghormati almarhum Soeharto pun digelar. Usai memberi penghormatan militer, Gatot beserta dua jenderal serta putra dari almarhum Soeharto pun masuk kedalam areal makam dimana almarhum Soeharto dan almarhum ibu Tien Soeharto dimakamkan.

Usai menggelar doa tahlil dilanjutkan tabur bunga, pada awak media, Gatot mengatakan ziarah ke makam almarhum Soeharto ini merupakan salah satu bukti bila TNI tak pernah melupakan sejarah. Tak hanya ke makam Soeharto, Gatot pun mengatakan bila dirinya pun menziarahi makam bung Karno di Blitar.

“Ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan TNI menjelang HUT TNI ke 72. Dimana, sebelum HUT Kami menziarahi para tokoh bangsa. Tak hanya ke makam alhamrum pak Harto, kami pun menziarahi makam Bung Karno di Blitar,Panglima Besar Jenderal Sudirman,”papar Gatot di astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (19/9/2017).

Menurut Gatot, dirinya bisa melihat langsung masyarakat masih menghormati para pemimpin bangsa ini. Dari 3 mantan Presiden yang didatangi, ungkap Gatot, makam Bung Karno, Gusdur dan Soeharto, rata-rata dikunjungi minimal 1000 orang.

“Ini tokoh hebat yang harus kita teladani,” ujarnya.

Menyangkut wacana pemutaran kembali film 30 S/PKI, ungkap Gatot, Tujuannya bukan untuk mendiskreditkan. Namun agar peristiwa itu bisa diketahui generasi muda.

Sehingga kaum muda tidak mudah terprovokasi dan tidak terpecah-pecah lagi. Generasi muda harus tahu bahwa pernah terjadi gerakan adu domba di Indonesia.

“Kalo tidak kita ingatkan dalam kejadian seperti ini dikhawatirkan sejarah akan terulang. Karena ada kecenderungan sejarah selalu berulang,”pungkasnya (uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *