Preman Kampung Tewas Dihajar Massa

Spread the love

SOLO, Poskita- Preman kampung yang kerap bikin ulah, Sardi (35) tewas dihajar beramai-ramai oleh sejumlah warga yang tidak kuat menahan emsoi.
Lelaki yang tinggal di Joyotakan RT 04 RW 03, Joyotakan, Serengan itu dipukuli massa di Kantor Kelurahan Joyotakan, Kamis (7/9). Dalam kondisi cukup parah, Sardi yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kustati, Pasar Kliwon, akhirnya tewas.
Polsek Serengan yang menangani kasus pengeroyokan itu, tidak lama kemudian menangkap lima tersangka untuk diproses dalam perkara tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama.
Lima tersangka yang diamankan yakni Riswanto (32), Ishak Yulianto (27), Sunoto (36), Rudi Romadhon (18) dan AE (16).
Riswanto yang terlibat dalam penganiayaan mengaku jengkel atas ulah Sardi yang kerap membuat ulah di kampung. ”Sudah beberapa kali diperingatkan, namun yang bersangkutan tidak pernah menghiraukan,” kata dia dalam pengakuan di Polsek Serengan, Senin (11/9).
Riswanto menambahkan, semula dia bersama warga lainnya hanya berniat memberikan pelajaran kepada Sardi agar tidak lagi bikin ulah.
Kapolsek Serengan, Kompol Giyono mengemukakan, sebelum terjadi pengeroyokan, pada Rabu (6/9) malam sekitar pukul 19.30, Sardi mengendarai motor dengan kecepatan tinggi melintas di gang kampung dalam keadaan mabuk.
Melihat kejadian itu, ada warga bermaksud mengingatkan Sardi, namun yang bersangkutan justru memarahi warga. Adanya kejadian itu, dapat diselesaikan oleh Ketua RT setempat.
Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Kapolsek, pada Rabu malam, sekitar pukul 21.00, Sardi diamankan anggota untuk dibawa ke Polsek Serengan.
Namun pada keesokan harinya, Kamis (7/9), sekitar pukul 05.00, Sardi pulang ke rumah. Akan tetapi sebelum tiba dirumah, tambah Kapolsek, Sardi mampir ke rumah Ketua RT dan bermaksud menemui warga untuk meminta maaf.
Namun niat itu belum kesampaian, Sardi di tengah perjalanan bertemu para pelaku hingga akhirnya terjadi aksi pengeroyokan yang menyebabkan Sardi menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *