“Simbah Desa”  Inovasi Ala SMP Negeri 8 Surakarta  

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Selama ini air wudlu mengalir ke sumur resapan. Namun, berkat inovasi yang dilakukan SMP Negeri 8 Surakarta, limbah air wudlu bisa dimanfaatkan untuk aquaponik. Inovasi hebat ini bernama Simbah Desa.

Inovasi Simbah Desa dipersembahkan SMP Negeri 8 pimpinan Triad Suparman MPd, saat Gelar Karya Inovasi yang diadakan di halaman Balai Kota Surakarta, (22/11/2018), selama dua hari hingga Jumat mendatang.

Menurut Sri Suprapti, salah satu guru SMPN 8 Surakarta kepada Poskita.co menuturkan Simbah Desa, merupakan limbah air wudlu yang  dipergunakan untuk aquaponik dan menyiram tanaman. Sisa air limbah wudlu masuk ke sumur resapan.

“Air tanah sepanjang masa tidak mungkin akan kekurangan. Selain itu, SMP Negeri 8 Surakarta tidak menggunakan air PDAM alias pajak 0 m2 atau 0 rupiah. Karena banyaknya penghijauan sehingga ruang terbuka hijau sangat bermanfaat untuk memproduksi oksigen,” ujar Sri Suprapti saat ditemui Poskita.co.

Keunggulan lain, lanjut Sri Suprapti,  yaitu pupuk kompos dari hasil pencacahan dan permentasi untuk membuat sampah organik. Reuse dari limbah plastik antara lain untuk membuat pot bunga, vas bunga, lampu lampion, batu kerikil imitasi yang berasal dari plastik.

Hebatnya lagi, SMP Negeri 8 mempunyai keunggulan panen mangga dan panen lele. Mangga ada beberapa jenis, sekitar 9 jenis contoh Manalagi, Apel, Gadung, Otiong, dan lainnya. Serta banyak sekali sayuran sebagai hasil aquaponik, contoh selada.

Menurut waka Sarpras dan Humas, Ngatman SPd, gelar karya inovasi kali ini menilai persiapan waktu terbagi menjadi dua antara persiapan penilaian adiwiyata tingkat nasional dan persiapan penilaian inovasi. Dalam waktu yang bersamaan menjadikan pekerjaan kurang fokus. Semoga waktu yang akan datang bisa fokus tiada henti untuk kemajuan SMP Negeri 8 Surakarta dan semoga inovasi tahun ini serta lomba adiwiyata tingkat nasional tahun ini bisa sukses.

Stand nomor 08 untuk SMP Negeri 8 yaitu Simbah Desa, merupakan kependekan dari Sistem Implementasi dan Manajemen Limbah -Delapan Sala. Banyak yang bisa dilihat di stand nomor 8 antara lain: video tron yang memuat tentang informasi inovasi Simbah Desa. Inovasi SMP N 8 cocok dengan penilaian adiwiyata nasional yang sudah dinilai oleh tim verifikasi dari Jakarta dan propinsi pada tanggal 21 Nopember 2018.

Gapura yang merupakan ciri khas dari Jawa Tengah sebagai tampak depan dari stand nomor 8 dan semuanya terdiri/terbuat dari limbah. Serta dilengkapi dengan lampu pernak pernik sebagai hiasannya. LCD menayangkan tentang foto dan video hasil gelar karya inovasi Simbah Desa.

Pohon jeruk dan lainnya menunjukkan hasil pupuk kompos organik buatan Depanska. Selain itu, dipamerkan hasil karya inovasi kegiatan ekstra dan intra antara lain batik, vas bunga, pot tanaman, bunga anggrek dari plastik. Termasuk buah mangga otiong yang baru dipetik untuk pameran hasil panen tanaman penghijauan di SMP Negeri 8 Sirakarta.  Dalam proses pembuatan karya inovasi Simbah Desa, semua warga sekolah sangat mendukung.

“Harapan kita inovasi tahun depan perlu ditingkatkan, tidak hanya peduli lingkungan tetapi harus disesuaikan dengan visi sekolah yaitu berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan berdasarkan iman dan taqwa. Sehingga untuk inovasi yang akan datang menggunakan kecanggihan teknologi yang ada misalnya tes kreator, admin sekolah, yang semua itu menggunakan IT sehingga harapannya bisa cerdas, beriman, bertaqwa, berwawasan lingkungan,” ujarnya menutup pembicaraan.

COSMAS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *