Pengembangan Kemampuan Berhitung Melalui Media Tutup Botol Pada Kelompok B

Spread the love

Oleh: Sukarti, S.Pd.AUD
Mengajar TK Kelompok B TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar

Pada masa kini, dibutuhkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, khususnya untuk anak TK. Untuk meningkatkan kemampuan berhitung, penulis menggunakan media tutup botol bagi TK Kelompok B TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar.
Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri, yaitu untuk membudayakan manusia. Walaupun pendidikan merupakan gejala yang lumrah dalam setiap kehidupan masyarakat, namun perbedaan falsafah dan pandangan hidup yang dianut oleh setiap bangsa atau masyarakat bahkan individu menyebabkan perbedaan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan tersebut. Dengan demikian, selain bersifat universal, pendidikan juga bersifat nasional. Karakter kebangsaannya akan mewarnai penyelenggaraan pendidikan.
Taman kanak-kanak (TK) merupakan salah satu bentuk pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan usia dini bagi anak usia 4-6 tahun. Tugas utama taman kanak-kanak sebagai lembaga pendidikan prasekolah adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap dan perilaku, keterampilan dan intelektual sehingga dapat beradaptasi dengan kegiatan pembelajaran nyata di sekolah dasar.
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa TK adalah mampu mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan kesiapan yang optimal sesuai dengan tuntutan yang berkembang di masyarakat. Keterampilan dasar yang dikembangkan di taman kanak-kanak meliputi keterampilan bahasa, keterampilan fisik/motorik, seni, dan kemampuan kognitif.
Kegiatan pembelajaran matematika terpadu untuk anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan seluruh potensi anak. Setiap anak memiliki potensi untuk setiap aspek perkembangannya. Salah satunya adalah potensi matematika, oleh karena itu penting untuk mengembangkan potensi matematika anak sejak dini agar berkembang secara optimal.
Syamsiatin (2004:11) mengemukakan bahwa pembelajaran matematika dasar mampu meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah, memisahkan, mengenal konsep angka, serta kemampuan mengukur atau memperkirakan.
Kegiatan pembelajaran matematika pada anak TK diselenggarakan secara terpadu melalui tema-tema pembelajaran yang paling dekat dengan konteks kehidupan dan pengalaman nyata anak. Guru dapat menggunakan media permainan dalam pembelajaran yang memungkinkan anak bekerja dan belajar secara individu, kelompok dan juga secara klasikal. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran matematika anak usia dini khususnya dalam pengenalan konsep bilangan bertujuan untuk mengembangkan pemahaman anak tentang bilangan dan operasi bilangan dengan benda konkret sebagai landasan yang kokoh bagi anak untuk mengembangkan kemampuan matematika pada tahap selanjutnya.
Menghitung merupakan bagian dari matematika yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang juga menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan dan kesiapan matematika untuk mengikuti pendidikan dasar (Depdiknas, 2007). Berhitung di TK diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif, tetapi juga kesiapan mental, sosial dan emosional. Oleh karena itu dalam prakteknya berhitung di TK harus dilakukan dengan cara yang menarik dan bervariasi.
Observasi awal yang telah penulis lakukan di lapangan, ditemukan adanya permasalahan dalam kegiatan pengembangan di kelas yaitu rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan di TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar pada kelompok B. Dalam proses pembelajaran, penulis yang juga guru di Kelompok B merasa belum menemukan media yang tepat untuk membantu anak dalam kegiatan berhitung. Penulis merasa tidak menyediakan media yang variatif dan juga masih menggunakan metode yang membuat anak merasa bosan dan tidak ada semangat anak untuk aktif di kelas. Sehingga kegiatan berhitung yang dilaksanakan di TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar masih menggunakan metode drill dan latihan soal kertas-pensil atau mengerjakan soal di buku tulis.
Berdasarkan observasi awal tersebut, penulis melakukan diskusi dengan rekan (kolaborator) untuk melakukan tindakan pemecahan masalah melalui penggunaan media tutup botol. Selain bermanfaat bagi anak dalam mencari media dan metode baru yang dapat menumbuhkan semangat atau minat belajar anak, penulis berharap penelitian ini juga dapat bermanfaat sebagai masukan bagi guru dalam memilih dan memanfaatkan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dalam pengajaran berhitung pada anak TK. . -Anak.
Sesuai dengan permasalahan yang terjadi di TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar diatas maka penulis tertarik untuk meneliti penggunaan media tutup botol di TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar sebagai salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berhitung dan meningkatkan kondisi pembelajaran yang terjadi di TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka secara umum masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah kemampuan berhitung anak kelompok B di TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar dapat dikembangkan melalui penggunaan media tutup botol?”.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat bagi beberapa pihak, antara lain: Secara teoritis akan menambah khasanah keilmuan dalam menerapkan penggunaan media pembelajaran berupa media tutup botol, guna mengembangkan kemampuan anak TK dalam belajar menghitung. Secara praktis manfaatnya adalah: Bagi Pelajar; memberikan pengalaman baru bagi anak dalam mengembangkan keterampilan berhitung. Untuk Guru; sebagai masukan bagi guru dalam memilih media yang tepat dalam mengembangkan keterampilan berhitung pada anak TK. Untuk Sekolah; sebagai masukan dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan di TK Pertiwi 01 Popongan Karanganyar khususnya melalui metode pembelajaran yang tepat.
Editor: Cosmas