Gara-gara Bocah 5 Tahun Main Korek Api, Bensin Menyambar Api dan Membakar Teras Warung

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Musim panas di bulan suci ramadhan ini, tetap diwaspadai akan terjadinya kebakaran. Seperti yang dialami Arif (43 th), pemilik warung kelontong di Gatak Rejo, Drono, Ngawen, Klaten, yang mengalami nasib sial dengan terjadinya kebakaran di teras warungnya.

Seperti biasanya, Arif yang juga jualan bensin, Sabtu sore (19/5/2018), sekitar pukul 14.45 WIB, bermaksud mengisi bensin yang kosong di depan warungnya. Dalam sehari bisa terjual 10-15 botol bensin yang kebanyakan para pembelinya warga setempat.

Ketika Arif mengisi botol dengan bensin yang kebetulan bensinnya ada yang luber, secara tak sengaja, Mirza (5 th), putranya menghidupkan korek api dan langsung menyambar bensin yang mengalir dari luberan botol bensin yang diisi Arif.

“Saya nggak tahu kalau anak saya Mirza ini main korek api dan petasan, dan otomatis bensin yang luber ke bawah arah tanah sekitar 1 meteran, menyambar api korek api ini. Dan karena panik, api yang dipadamkan pakai air, justru membesar dan warga pada berdatangan membantu memadamkan,” jelas Arif.

Dan beruntung, api sudah padam tanpa menanti dua mobil pemadam kebakaran yang didatangkan warga ke lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran ini dipimpin oleh Gatot selaku komandan didukung anggotanya Toto, Baskoro, Yunanto, Rokhim, dan Mujiyono yang tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB.

Sementara, Nur Khodiq, Plt Kasi Pemadam Kebakaran Klaten, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, meminta masyarakat tetap hati-hati dalam mengawasi anak-anak. Karena cuaca yang panas, anak-anak jangan main korek api sembarangan. Apalagi sebelum kejadian, Arif yang mempunyai warung kelontong dan jual bensin ini sedang mengisi botol dengan bensin. Beruntung, Arif dan putranya Mirza tidak terluka atau terbakar.

“Tadi warga turut menangani dengan menyiramkan air ke api yang membesar, tapi malahan apinya menjadi besar. Kalau ada waktu luang warga di Gatak Rejo, Drono ini, seperti acara pertemuan RT/RW atau PKK, saya siap berikan pengertian, wawasan antisipasi kebakaran,” jelas Nur Khodiq.

Diinformasikan, sebelum menangani kasus kebakaran di Gatak ini, tim pemadam baru saja menangani kebakaran los tembakau di Gondang, Kebonarum, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, tim pemadam kebakaran ada 11 orang PNS dan tenaga harian lepas (THL) ada 18 orang. (aha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *