Pameran Payung Para Rupa Tampilkan Keberagaman Indonesia

Spread the love

SOLO (poskita.co) – 29 Pelukis dari beberapa daerah di Indonesia terlibat dalam pameran “Payung Para Rupa” di Pura Mangkunegaran Surakarta. Acara ini satu rangkaian dengan Festival Payung, Sepayung Indonesia yang diselenggarakan 15-17 September 2017.

29 pelukis yang terlibat menampilkan karyanya menggunakan media payung dengan gaya visual personalnya. Berbagai gaya atau aliran seni rupa muncul dalam pameran ini, seperti naif, abstrak, realis, dekoratif dan ekspresif. Menurut Heru Mataya selaku penyelenggara, memang pameran ini tidak dibatasi medium atau gaya visualnya.

“Panitia tidak membatasi gaya luksiannya. Peserta bebas melukis sesuai dengan gaya visual masing-masing. Kami hanya membatasi pada tema, yaitu sepayung Indonesia, itupun para peserta  masih diberi keleluasaan untuk mereinterpretasikan tema tersebut sesuai dengan perspektifnya masing-masing,” jelas Heru Mataya kepada poskita.co (17/9).

Dengan kebebasan tersebut, karya-karya yang ditampilkan sangat beragam gaya visual maupun tema yang diangkat, yaitu tentang kondisi bangsa, keberagaman dan kekayaan budaya serta alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Seperti karya Harbani Setyowati dari Yogyakarta yang berjudul, “Pesona Kotaku” yang menampilkan berbagai situs peninggalan era kerajaan seperti candi Borobudur, keraton Yogyakarta yang disandingkan dengan gedung-gedung bertingkat. Di atasnya melingkar naga China, seolah mau bercerita tentang kondisi kota Yogyakarta sekarang dimana UU tentang larangan hak kepemilikan tanah bagi etnik Tionghoa.

Atau karya Agussis yang berjudul “Mencari kedaimaian” yang menampilkan kerumunan manusia sedang melepas seekor burung merpati putih. Seolah Kerumunan orang tersebut berdoa dan menginginkan bangsa Indonesia damai dan sejahtera. Berbeda lagi dengan Henri Cholis yang lebih tertarik menampilkan keanekaragaman binatang yang ada di Indonesia. Dengan gaya naifnya, berbagai jenis binatang yang ada di Indonesia seperti harimau, gajah, tapir, burung dll.

Pameran lukisan pada payung yang di display di selasar sebelah selatan Pura Mangjunegaran itu cukup menarik perhatian pengunjung. Selain mereka menikmati karya-karya tersebut, juga asyik melakukan swa foto dengan latar belakang lukisan. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *