Klaten

Habib Zaidan bin Haidar Yahya Jadi Magnet Ribuan Jamaah Hadir di Masjid Giripurno

Keterangan Foto: Habib Zaidan Yahya tampak hadir bersama Habib Rifqi Al jaelani, Habib Abdullah Ali Alkaf Solo, Kiai Busroni Syafi’i, Kiai Ahmad Dimyati dan lainnya di Masjid Giripurno, Pakahan, Jogonalan, Sabtu (17/10/2026) malam.

KLATEN, POSKITA.co – Agenda Maulid Nabi dan Haul ke-6 Kiai Muhammad Zahid bin Muh Sahli diserbu ribuan umat Islam dari berbagai daerah, termasuk dari Solo, Boyolali, Jogjakarta dan lainnya di masjid Giripurno Tobayan, Pakahan, Jogonalan, Klaten, Sabtu (17/10/2026) malam. Magnet ribuan jamaah hadir dikarenakan juga hadirnya Habib Zaidan bin Haidar Yahya dari Boyolali.

Suasana semakin khidmah dan merinding dengan lantunan sholawat syahdu yang ditampilkan grup sholawat Sekar Langit dengan vokal langsung Habib Zaidan bin Haidar Yahya yang beralamat di daerah Andong, Kabupaten Boyolali. Lantunan sholawat yang menggelorakan hati semakin taqorub atau dekat Allah SWT dan semakin cinta kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.

Hadir dalam acara ini, antara lain Habib Abdulloh bin Ali Alkaf Solo, Habib Zaidan bin Haidar Yahya, Habib Zein Rifqi bin Ahmad Al Jaelani Klaten, Kiai Ahmad Dimyati Klaten, Kiai Busroni Syafi’i Solo, Kiai Choirul Anwar Sukoharjo, perwakilan unsur TNI/Polri, Kiai Purwadi Tegalmas, dan ulama lainnya. Tuan rumah adalah Gus Muhammad bin Zahid bersama jamaah majelis Maulid dan Rotib Malam Ahad Pon solid dalam mempersiapkan acara ini.

Dalam nasihatnya, Habib Abdulloh bin Ali Alkaf mengajak para jamaah tetap bisa istiqomah dalam melanjutkan perjuangan para guru, khususnya Kiai Muhammad Zahid. Bagaimanapun, peran dan kiprah Kiai Muhammad Zahid dalam syiar Islam sangat membekas dalam sanubari para muridin atau jamaah.

Semada hidupnya, jelas Habib Abdulloh, sangat terkenang dengan sosok Kiai Muhammad Zahid yang wkatu itu menjadi salah satu guru atau ustadz pengajar di SMP Diponegoro Solo dengan berbagai godaan atau kenakalan siswa bandel saat itu. Kesabaran Kiai Zahid dalam mengajar siswa SMP Diponegoro Solo sangat terasa dan tidak marah.

“Beliau tidak marah saat melihat siswa berulah di kelas. Kesabaran beliau luar biasa. Kita doakan anak turun beliau diberikan kesabaran, ketabahan dan bisa melanjutkan perjuangan beliau menjadi anak yang berbakti kepada orangtua. Dan kita semua tentu sangat mengenal beliau Kiai Muhammad Zahid, mari kita lanjutkan perjuangan beliau seperti hidupkan syiar maulid,” pesan Habib Abdulloh Alkaf.

Salah satu jamaah yang hadir dari Perum Glodogan Indah, Heri Supangkat, mengatakan, sejak tahun 1990-an, dirinya mengenal sosok Kiai Muhammad Zahid. Dengan naik vespa, atau mobil trontong atau mobil butut, kadang macet di tengah jalan, Kiai Muhammad Zahid syiar maulid dan ratib di berbagai kampung.

“Kesabaran beliau dalam ngemong jamaah luar biasa. Saat hujan pun, kalua ada undangan hajatan warga tetap datang. Di tengah jadwal kantor yang super padat, saat itu menjada Kepala KUA, Kiai Zahid tetap berupaya hadir berpanas-panasan atau hujan-hujan. Kita semua sangat kehilangan sosok Kiai Zahid yang sederhana, mumpuni dalam agama dan nasihatnya tetap dikenang,” jelas Heri.

Grup sholawat Sekar Langit pimpinan Habib Zaidan Yahya ikut menyemarakkan maulid dan haul ke-6 Kiai Muhammad Zahid tahun 2026 ini.

Satu kenikmatan bisa hadir dalam majelis maulid ini, ungkap Heri, semua menjadi satu dalam kebahagiaan. Menurut Heri, jamaah yang datang dari berbagai kalangan atau lintas profesi. Semua sama-sama ingin belajar menjadi jamaah yang taat kepada orangtua, taat kepada guru dengan menyimak nasihat para guru yang hadir.

Dari pantauan redaksi, salah satu keasikan jamaah hadir di majelis maulid dan haul ke-6 Kiai Muhammad Zahid ini adalah menikmati suguhan nasi kabuli yang per baki dinikmati 3-4 orang. Daging kambing yang diolah dalam nasi kebuli sangat mengundang selera. Kesannya, jamaah hadir di acara maulid ini mendapatkan ilmu, mendapatkan suguhan nasi kebuli menarik, bertambah paseduluran dan keberkahan hidup.

Bagi jamaah yang hendak berziarah ke makam Kiai Muhammad Zahid, bisa datang ke baratnya masjid Jami’ Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten. Makam Kiai Zahid ini berdampingan dengan makam kedua orangtuanya Kiai Zahli dan Habib Aqil Quthban. Juga ada makam KH Abdul Mu’id yang juga Mursyid Thoriqoh Syadziliyah dan Kiai Imam Rozi Singomanjat prajurit Pangeran Diponegoro. (Kim)