Klaten

Ngerii..!! Kereta Mini yang Dinaiki 46 Warga Beji Pedan Tak Kuat Naik Tanjakan dan Gelondor ke Jurang Gunung Pegat Bayat

KLATEN, POSKITA.co – Kabar tidak menyenangkan didengar di Desa Beji, Kecamatan Pedan, Klaten pada Minggu (13/9/2026) siang. Ada apakah? Ternyata ada 46 warga RT 12/RW 04 Beji Kulon, Desa Beji, saat naik kereta mini mengalami kecelakaan di dekat Sumur Tua Gunung Pegat, Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Minggu siang (13/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Beji, Marsidi, SE saat ditemui redaksi di teras rumah Ketua RW 04 Dukuh Beji Kulon, Desa Beji, Kecamatan Pedan, Minggu (13/9) sore. Dijelaskan ada 4 warga korban dibawa ke RS Bagas Waras yang luka-luka ringan dan setelah itu boleh dibawa pulang. Sementara warga yang di RS Tegalyoso masih dalam perawatan 2 orang dan hingga berita ini dibuat masih opname.

“Warga naik kereta mini start dari rumah Ibu Jumiyati RT 11/RW 04 dengan jumlah penumpang ada 46 orang dan 11 orang diantaranya masih anak-anak usia TK/SD. Mayoritas ibu-ibu yang ikut naik kereta mini yang memang sudah terbiasa healing ke Rowo Jombor,” ungkap Marsidi.

Lebih jauh dipesankan, kendaraan kereta mini kalau untuk nanjak atau naik bukit harus dihindari. Warga disarankan menggunakan kendaraan yang sehat dan laik jalan. Kalau menggunakan jasa kereta mini, tetap lebih berhati-hati dan memilih menggunakan kereta mini yang sehat dan sudah uji mesin.

Saat ini, 2 warga RT 12/RW 04 Beji Kulon bernama Rubingah (61 th) dan Ngatiyem (67 th) masih rawat inap atau opname di RS Tegalyoso. Untuk 44 warga lainnya baik-baik saja, meskipun sebagian ada yang luka-luka ringan. Peristiwa ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan atau menjadi pelajaran berharga bagi warga.

Kepala Desa Beji, Kecamatan Pedan, Klaten, Marsidi, SE sedang koordinasi dengan para tokoh masyarakat terkait peristiwa ini di rumah Ketua RW 04 Beji Kulon, Minggu (13/9/2026) sore.

Kebetulan saat kejadian, Kades Marsidi mengaku sedang istirahat shalat Dzuhur usai healing bersama grup pecinta sepeda motor di lokasi wisata air terjun Grojokan Si Gethuk di Playen, Gunung Kidul bersama 35 orang warga Desa Beji. Setelah dikabari kejadian ini, Marsidi langsung meluncur ke lokasi kejadian di Gunung Pegat.

Saat ditemui redaksi, Kades Marsidi yang tampak lelah usai perjalanan ke Gunung Kidul dan mengurus warga yang dirawat di rumah sakit, didampingi Mulyono (Ketua BPD Desa Beji), Aipda Yoyok Fajar (Bhabinkamtibas Desa Beji), Sutopo (Ketua RW 04) dan warga lainnya, sampaikan kronologis peristiwa pilu ini.

Ketika terjadi kecelakaan kereta mini yang tak kuat naik di tanjakan yang persis di dekat sumur tua Gunung Pegat, puluhan relawan bersama warga mendatangi lokasi dengan membantu evakuasi kereta mini. Warga yang luka-luka ringan dan agak berat dibawa ke rumah sakit.

Sebelum kejadian, rombongan warga Beji Kulon warga RT 12/RW 04 Desa Beji ini mengunjungi wisata di Jatayu Desa Tawangrejo sekitar pukul 07.30 WIB. Dan sebelum dzuhur, kereta mini langsung menuju Rowo Jombor, Desa Krakitan untuk naik perahu. Tapi sayang, saat kereta mini melalui Gunung Pegat, Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, tak bisa naik dan gelondor atau mundur kereta mininya.

“Untuk saja ada pohon jati yang menahan gerbang kereta mini bagian belakang. Warga langsung berdatangan dan menahan kereta mini gelontor. Kami sarankan dan tegaskan, warga Desa Beji tetap hati-hati, jangan terulang lagi dan kereta mini harus sehat atau laik jalan,” pesan Marsidi.

Sementara itu, Aipda Yoyok Fajar selaku Bhabinkamtibas Desa Beji juga menegaskan warga untuk berhati-hati. Tidak boleh sembrono menyewa jasa kereta mini dan pihak aparat sudah sering ngelekke atau menghimbau kepada pemilik kereta mini untuk lebih waspada dan hati-hati.

“Sebaiknya kalau melewati jalan tanjakan, jangan dipaksakan. Sebaiknya lewat jalan atau jalur aman saja atau jalur datar tidak menanjak meskipun harus memutar. Kereta mini memang dipandang lebih murah dibanding menyewa kendaraan lainnya, tapi sekali lagi jangan sembrono. Keamanan itu utama dan cegah terjadi kecelakaan tetap diperhatikan,” pesan Aipda Yoyok. (Hakim)