Sah! Hartanto Ketua PWI Surakarta, Kecepatan Tak Boleh Kalahkan Akurasi
FOTO: ISTIMEWA
SOLO, POSKITA.co – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta Masa Bakti 2026–2031 resmi dilantik di The Sunan Hotel, Solo, Sabtu (12/9/2026).

Momentum sakral ini tidak hanya menandai estafet kepemimpinan organisasi wartawan tertua di tanah air, namun juga menjadi komitmen bersama untuk memerangi derasnya arus disinformasi dan hoaks di era digital.
Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam arahannya menekankan bahwa PWI Surakarta memiliki historis yang sangat kuat dalam perjalanan sejarah Pers nasional.
Tanggal 9 Februari yang ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN) berdekatan dengan hari kelahiran PWI, dan Kota Solo menjadi tempat bersejarah di mana para wartawan pejuang bersatu memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Oleh karena itu, dengan keistimewaannya di Kota Solo ini, PWI Surakarta harus konsisten menjadi ujung tombak dalam diskursus pers masa depan di tengah tantangan zaman,” terang Ketum PWI Pusat yang akrab disapa Gus Munir.
Punggawa Kantor Berita Antara itu mengingatkan, jika tantangan pers di masa lalu adalah bagaimana menulis dan menceritakan perjuangan bangsa, maka tantangan hari ini jauh lebih kompleks: bagaimana membuat masyarakat cerdas, adaptif, serta mampu memilah informasi yang terverifikasi kebenarannya di tengah gempuran fake news, disinformasi, dan deepfake.
Senada dengan PWI Pusat, Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto yang akrab dengan panggilan Tanto Gondes dalam pidato perdananya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan sebuah amanah besar dan momentum meneguhkan marwah profesi.
Dia menyoroti bagaimana disrupsi media mengubah pola konsumsi masyarakat, di mana informasi bisa diakses dalam hitungan detik dari berbagai platform tanpa jaminan validitas.
“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi, popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran, dan kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi,” jelasnya.
Di hadapan ratusan tamu undangan, termasuk jajaran Forkopimda Jawa Tengah, Forkompimda Plus se-Solo Raya, Tanto Gondes menambahkan, cakupan wilayah kerja PWI Surakarta yang membentang luas meliputi Solo Raya (Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Klaten) menuntut soliditas dan penguatan kompetensi anggota.
PWI Surakarta berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan ekosistem media modern, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjadi “rumah bersama” yang inklusif bagi para wartawan untuk belajar dan menjaga kehormatan profesi.
Adapun pada kesempatan itu, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyambut baik komitmen pengurus baru PWI Surakarta.
Respati mendorong agar insan pers terus memperkuat penyajian informasi yang berkualitas, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Wartawan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun ruang publik yang sehat, mencerdaskan masyarakat, mengawal transparansi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” ungkap Respati Ardi.
Pemerintah Kota Solo, lanjut Respati, membuka ruang komunikasi dan kolaborasi seluas-luasnya dengan tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalitas pers.
Dia berharap kemitraan yang dibangun tetap bersifat kritis, konstruktif, dan saling menghormati.
“Kritik yang disampaikan secara objektif dan berdasarkan data akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” paparnya.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini ditutup dengan harapan besar agar kolaborasi antara PWI Pusat, PWI Surakarta, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat mampu mewujudkan ekosistem pers yang sehat, mencerahkan, serta mencedaskan bangsa di era digital.
Kelancaran dan kesuksesan acara pelantikan berkat dukungan dari mitra PWI Surakarta seperti dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Surakarta, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta serta LBH Solo Justice and Peace, Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Dr Alfian Nurrizal SH, SIK, MHum serta berbagai partnership lainnya. (**)
Cosmas

