KAI Daop 6 Yogyakarta Ingatkan Masyarakat Tidak Menggunakan Perlintasan yang Sudah Ditutup
SUKOHARJO, POSKITA.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daup 6 Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan lagi perlintasan yang sudah ditutup. Hal tersebut mengingat telah terjadi KA 515 Batara Kresna relasi Wonogir-Purwosari tertemper orang di Km 6+582 di JPL 6 pada Selasa, 18 Agustus 2026 pada pukul 12.35 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di petak jalan Sukoharjo-Solokota. Adapun seluruh awak KA dalam kondisi selamat dan aman melanjutkan perjalanan pada pkl 12.36 WIB. Selanjutnya penemper ditangani oleh Polsek Polokarto.
KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan masih terjadinya temperan terhadap KA dan mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati, disiplin mematuhi rambu-rambu yang ada dan berhenti sejenak untuk memastikan keamanan jalur sebelum melintasi perlintasan sebidang KA serta tidak beraktivitas di sekitar jalur KA.
Masyarakat juga diimbau hanya menggunakan perlintasan sebidang resmi yang sudah dilengkapi rambu-rambu keselamatan. Karena menggunakan perlintasan liar atau beraktivitas di sekitar jalur KA dapat membahayakan keselamatan.
Baik keselamatan perjalanan KA maupun masyarakat itu sendiri. Masyarakat juga diimbau tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup.
“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan tidak beraktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi tinggi risiko,” terang Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.
Masyarakat juga diimbau tidak menggunaan lagi perlintasan yang sudah ditutup dan tidak membuat perlintasan liar baru.
“Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami imbau seluruh masyarakat agar melintas hanya di perlintasan resmi saja dan berhenti sejenak untuk memastikan jalur kereta api aman dan tidak ada kereta akan melintas sebelum kendaraan melintasi perlintasan sebidang KA. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkas Feni. (Arya)

