Klaten

BUMDes Karya Bhakti Gaden Trucuk Panen Ketiga Melon Kirin, Hasilnya Memuaskan..!!

Keterangan Foto: Plt Camat Trucuk Rabiman, AP MSi tampak ikut memetik melon didampingi Kades Gaden Hj. Partinah, ST MM bersama perangkat desa Gaden dan Dirut BUMDes Karya Bhakti.

KLATEN, POSKITA.co – Kembali BUMDes Karya Bhakti Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Klaten, mengadakan panen ketiga buah melon jenis kirin yang khas dengan rasa manis kriuknya, Minggu (12/7/2026) pagi. Warga Desa Gaden dan sekitarnya langsung meluncur ke greenhouse untuk membeli melon yang per kilogramnya dihargai Rp30 ribu.

Kepala Desa Gaden Hj. Partinah, ST MM tampak mendampingi Plt Camat Trucuk Rabiman, AP MSi dengan melihat dari dekat panen buah melon kirin. Ikut pula hadir Sekretaris Desa Gaden Dwi Raharjo dan Direktur BUMDes Karya Bhakti Gaden Karno menunjukkan melon yang tumbuh subur.

“Jadi buah melon kirin ini sudah tiga kali panen, pada panen pertama pada Desember 2025, panen kedua Maret 2026 dan panen ketiga Juli 2026. Pada panen kedua agak kurang bagus cuacanya dan hasilnya kurang memuaskan, tapi bisa menutup cost atau pengelurannya,” jelas Hj. Partinah.

Untuk panen ketiga ini ada 456 tanam melon dan semua ada buahnya dengan system tanam tanpa air tanah. Medianya menggunakan system hidroponik dan dikelola secara intensif dan penuh hati-hati. Setiap tanaman ada 5-6 buah melon, tapi agar bisa tumbuh subur dan besar buahnya, maka 4-5 buah melon yang masih kecil dipotong.

Untuk masa panen melon rata-rata sekitar 70 hari panen atau 2,5 bulan panen. Dan BUMDes Karya Bhakti Gaden selalu berkoordinasi dengan Pemdes Gaden jika ada hal-hal penting terkait budidaya melon dengan greenhouse hidroponik ini.

Kades Gaden Hj. Partinah, ST MM memetik melon dengan senang hati.

Direktur BUMDes Karya Bhakti Gaden Karno menambahkan, saat panen kedua pada Maret 2026, cuaca kurang mendukung dan puasa, tapi bisa kembali modal. Setidaknya ada 456 tanaman melon yang dikelola di luasan 200 meter atau Panjang 20 meter dan lebar 10 meter.

“Sengaja jenis melon kirin adalah jenis premium yang mudah perawatan, tahan penyakit dan hasilnya juga memuaskan. Tapi kita juga selalu pantau dengan hati-hati jangan sampai ada kelengahan kelola dan air suplay khusus tak boleh terlambat dengan dukungan pipa pralon air yang terintegrasi,” ujar Karno.

Dijelaskan pula, saat ini juga masa panen buah anggur yang berdekatan dengan greenhouse melon, hanya saja hasilnya belum memuaskan. Sejumlah warga tampak memasuki greenhouse buah anggur dan membeli anggur per kilogramnya dihargai Rp70 ribu.

Sebelum panen melon, jelas Dwi Raharjo, Kades Gaden Hj. Partinah ikut senam sehat bersama ratusan ibu-ibu di lapangan selama satu jam. Juga ada kegiatan mahasiswa KKN Kampus UIN Raden Mas Said Solo dengan edukasi sampah, lomba melukis dan kolase untuk anak-anak.

“Mahasiswa UIN Raden Mas Said Solo selama mengkuti KKN yang dimulai sejak pertengahan Juni hingga 30 Juli nanti, diharapkan bisa memmberikan kontribusi atau kemanfaatan bagi masyarakat Desa Gaden. Maka saat panen melon ketiga ini, mahasiswa KKN ikut mengisi kegiatan yang positif,” ujar Sekdes Gaden Dwi Raharjo mejabat sejak tahun 2018.

Sementara itu, Plt Camat Trucuk Rabiman, AP, MSi mengharapkan, desa lainnya di wilayah Kecamatan Trucuk bisa mencontoh kreasi Desa Gaden dengan greenhouse buah melon. Desa Mandong juga panen melon beberapa kali dan juga bisa ditiru oleh desa lainnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya greenhouse melon ini, Desa Gaden semakin maju, berkembang dan pemberdayaan masyarakat semakin ditingkatkan pula. Greenhouse melon kirin ini bisa untuk menambah pemasukan PAD Gaden, sebab dana desa sekarang agak berkurang. Sehingga hasil melon ini bisa menopang untuk PAD Gaden,” pesan Camat Rabiman.

Untuk hasil panen ketiga melon kirin ini, beratnya antara 2,5 kg hingga 2,9 kg. Masyarakat yang datang dan membeli melon tak hanya datang dari Gaden, tapi juga dari desa tetangga yang memang gemar makan melon untuk menurunkan tensi. (Hakim)