MPLS Ramah SMPN 1 Kalikotes Digelar 13-17 Juli 2026, Siswa Kelas 7 Ajaran Baru 2026-2027 Ada 288 Anak
Keterangan Foto: Guru SMPN 1 Kalikotes sedang melayani orangtua siswa yang mendaftarkan ulang di sekolah.
KLATEN, POSKITA.co – Keberadaan SMPN 1 Kalikotes, Klaten, tampaknya menjadi salah satu sekolah yang di pinggiran wilayah Kawedanan Kota yang menjadi sekolah tujuan siswa alumni Sekolah Dasar. Dalam system penerimaan murid baru (SPMB) kelas 7 tahun 2026-2027, sekolah ini diserbu ratusan siswa dan setelah ada seleksi online ada ratusan siswa yang tergeser.
Kepala SMPN 1 Kalikotes Anik Ariastuti, SPd MPd membenarkan adanya animo tinggi para siswa lulusan Sekolah Dasar. Dalam tahun ajaran baru 2026-2027, SMPN 1 Kalikotes atau Essakal menerima siswa baru 288 anak atau 9 rombongan belajar (rombel). Saat pembukaan SPMB, ratusan siswa dari berbagai desa langsung mengirimkan lewat aplikasi online.
“Kami bersyukur dan bahagia, ternyata dengan semangat perbaikan menuju peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu faktor animo siswa mendaftarkan diri. Prestasi dan kreasi siswa lulusan siswa SMPN 1 Kalikotes juga menjadi barometer siswa lulusan SD/MI mendaftar ke Essakal. Ini patut disyukuri dan dipertahankan,” jelas Anik Ariastuti saat dihubungi redaksi, Sabtu (11/7/2026) petang.
Sekolah ini posisinya memang strategis, berada di wilayah perbatasan Kecamatan Kalikotes dan Trucuk. Siswa baru dari Kecamatan lainnya juga ada dan diterima dengan jalur prestasi di Essakal ini. Meskipun sisi lainnya juga prihatin, karena masih banyak SMP Negeri yang letaknya kurang strategis dan adanya persaingan kualitas, sehingga jumlah siswanya juga belum tercukupi.
Untuk kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) SMPN 1 Kalikotes tahun ajaran 2026-2027 akan digelar dari Senin-Jumat (13-17/7). Kalau tahun lalu ada 3 hari MPLS, tapi tahun 2026 ini waktunya 5 hari dengan penerapan MPLS Ramah, antara lain tidak ada unsur kekerasan, materi yang nyaman, dan siswa baru benar-benar menikmati MPLS dengan suka cita.
Materinya ada pembiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu membiasakan bangun pagi, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, peduli lingkungan, dan tidur tepat waktu. Juga ada pembiasaan budaya 5S, yaitu Penerapan Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun di lingkungan sekolah. Juga ada program Pagi Ceria dengan senam bersama, menyanyikan lagu nasional, dan berdoa bersama sebelum KBM.
“Selain itu juga ada gerakan Rukun Sama Teman dengan membentukan pertemanan inklusif, saling menghargai, dan pencegahan bullying. Materi lainnya ada Etika Sopan Santun Bermedia Sosial, yaitu ada edukasi penggunaan gawai yang bijak, beradab, dan menghindari konten negatif. Hati-hati dalam bermedsos,” jelas Anik.

Alfie (40 th), salah satu orangtua siswa baru yang tinggal di Gemblegan, Kalikotes, mengaku anaknya dimasukkan ke Essakal agar menjadi anak yang sholihah. Putrinya memang meminta bisa diterima di Essakal dan sudah mengetahui akan potensi atau prtestasi sekolah.
“Essakal ini memang sudah tenar dengan prestasinya, jadi anak saya juga senang dan minta masuk ke Essakal ini. Kebetulan teman-temannya SD anak saya juga banyak yang sekolah di SMPN 1 Kalikotes ini. Semoga kepercayaan masyarakat ini bisa memotivasi sekolah lebih semangat lagi dalam peningkatan mutu pendidikan dengan inovasi atau kreasi,” pesan Alfie yang juga seorang pedagang. (Hakim)

